Jumat, 23 Desember 2011

....#@ N . A . T . A . L @#.....




sEORANG anak kecil berumur satu setengah tahun menarik-narik tangan ayahnya untuk dibelikan pohon natal besar yang berdiri tegak di sebuah supermarket.
“AKU mau ini.”
“Jangan, sayang. Itu tidak dijual.”
“Kok di situ?”
“Untuk hiasan. Kita nonton saja sebentar. Itu tidak dijual.”
Seperti malaikat, seorang pelayan dengan seragam penuh aksesori Natal tiba-tiba sudah berdiri di samping sang anak.

“Ini tidak dijual, Adik,” sambil memandang pohon natal. Sambil mengambil kardus panjang berwarna putih, ia tersenyum sambil menawarkan, “Kalau ini boleh, tingginya 60 cm, juga pakai lampu. Boneka Sinterklas itu juga boleh.”
Dengan pandangan setengah menggugat, anak itu menarik tangan ayahnya agar mendekat pada “malaikat” supermarket itu.
“Baik, ambil satu,” kata sang ayah sambil mengusap punggung anaknya.
Sesampai di rumah, si kecil tidak sabar mengeluarkan seluruh isi kardus pohon Natal bertuliskan “Decorated Table Tree” itu: satu set pohon cemara superfisial yang terbuat dari kawat dan potongan-potongan kain hijau, satu set lampu hias, hiasan bola-bola salju, dan tiga atau empat bintang berwarna kuning keemasan. Sambil berbisik “wi wis yu, e meri krimet” (maksudnya we wish you a merry Christmas), ia sibuk membantu ayahnya merangkai pohon natal.
Supaya lebih meriah, sang ayah memasukkan kaset natal ke dalam tape. Satu per satu anggota keluarga bermunculan mendekati “huru-hara” yang tiba-tiba itu. Tiba-tiba ia berhenti di sudut ruangan menghampiri kotak besar yang sedikit berdebu. Puluhan boneka yang sudah lama disimpan di kotak dikeluarkan. Patung Bunda Maria yang sudah retak pun dipasang tidak jauh dari pohon natal. Sinterklas berwarna putih-merah ditaruh di baris paling depan, seperti patung Betara Kala sang penjaga.
POHON cemara, kaset Malam Kudus, boneka Sinterklas, adalah beberapa bahan pokok dalam perayaan Natal. Mudahnya mendapatkan pohon natal di supermarket menjauhkan keinginan anak untuk melihat “kerja bakti” membuat pohon natal di gereja. Banyaknya kaset menjauhkan keinginan anak untuk “nonton” latihan koor persiapan Natal. Murahnya boneka Sinterklas mengakrabkan anak-anak dengan simbol-simbol Natal di tempat lain (yang sebelumnya hampir tidak dikenal di Indonesia).
Untuk mengingatkan bahwa sekarang ini Natal, rasanya lebih mudah pergi ke supermarket daripada pergi ke gereja atau tempat-tempat latihan koor (yang semakin sulit dicari anggotanya!). Semakin banyak memborong atribut-atribut Natal rasanya kita semakin berhasil menghadirkan Natal.
Membeli rasanya seperti beribadat. Tidak membeli sepertinya tidak menghormati Natal. Memang, menjelang perayaan Natal pusat-pusat belanja menjadi semacam sanctuaria untuk memproduksi dan mengonsumsi berbagai atribut atas nama Natal atau, persisnya, bentuk-bentuk simbolik budaya pop Natal. Sebagai bentuk, atribut-atribut itu siap kita pakai sesuai dengan kepentingan kita (dari bisnis, keagamaan, pergaulan, sampai dengan gengsi). Bentuk-bentuk itu bersifat simbolik karena semuanya mengatasi nilai fungsionalnya.
Pohon natal yang semula berdiri di gereja untuk kepentingan upacara misa atau kebaktian, kini berdiri di rumah-rumah, di supermarket, dan di tempat-tempat publik seperti kantor dan rumah sakit dengan fungsinya masing-masing. Topi berjambul yang dikenakan pada kakek Sinterklas bisa juga dipakai untuk seragam sekelompok anak muda untuk pesta Natal maupun Tahun Baru.
Bentuk-bentuk simbolik itu juga memiliki karakter budaya pop dalam arti menduduki posisi komoditas dalam sebuah perekonomian kapitalis. Komoditas tersebut menjadi impian siapa saja yang ingin hadir sekarang dan di sini, yaitu saat Natal. Tanpa pohon natal seakan kita tidak natalan seperti halnya tanpa sampo rambut seakan rambut kita penuh ketombe. Anehnya, pohon cemara yang ditanam di depan rumah tiba-tiba menjadi kurang afdal daripada pohon cemara artifisial itu! Status aksesori Natal sebagai komoditas ternyata bukan hanya memperluas para pengguna aksesori (dengan berbagai kekuatan promosionalnya) melainkan juga memasukkan unsur baru, yaitu membeli. Kenikmatan membeli bercampur baur dengan kekhusukan berbakti, kenikmatan mengonsumsi bercampur baur dengan kenikmatan promosi dan gengsi.
BEGITULAH Natal masuk dalam logika budaya pop Natal. Gloria in excelsis Deo (Kemuliaan pada Allah di surga) seakan habis dimaterialisasikan dalam gemerlapan lampu-lampu indah dan rumbai-rumbai pintu yang menghiasi pusat-pusat perbelanjaan. Kita seakan tidak lagi mendapatkan kesempatan untuk memilih cara lain untuk merayakan Natal di luar cara yang dijualbelikan. Kalau toh ada, perayaan kita rasanya belum komplet kalau belum dilengkapi dengan berbagai aksesori yang ada (entah karena keterbatasan ekonomi maupun keterbatasan keyakinan untuk mengonsumsinya!). Poros Natal dari rumah ke gereja digeser oleh poros dari rumah ke pusat belanja.
Apakah dengan demikian kita kehilangan kesempatan untuk mengalami Natal kita sendiri? Belum tentu. Sebagai bentuk-bentuk simbolik, atribut-atribut Natal bebas kita pakai untuk menggubah cerita Natal kita sendiri. Kisah Natal adalah kisah tentang pengalaman keterbatasan sekaligus kebebasan manusia. Kisah Natal pasti bukan kisah tentang pohon natal bersalju yang tidak pernah kita lihat wujud aslinya, juga bukan kisah tentang tokoh mistis Sinterklas yang barang kali tidak pernah kita dengar sejarahnya, juga bukan kisah tentang lagu Malam Kudus yang kita nyanyikan dengan empat suara. Perayaan Natal di negeri lain menghasilkan pohon natal, bukan sebaliknya; perayaan Natal anak-anak di negeri lain                             menghasilkan kisah tentang Sinterklas, bukan sebaliknya; pengalaman Natal juga menghasilkan lagu Malam Sunyi yang terkenal itu.
Orang bilang, salah satu ciri pengalaman konsumsi zaman sekarang adalah ephemeral, sesaat, cepat berlalu, minta konsumsi lagi dan lagi. Pengalaman ini barangkali juga kita alami saat membeli pohon natal. Hanya dalam dua atau tiga hari, pohon natal mungkin saja berdiri kesepian di pojok ruang, bisu tidak bisa bicara karena sudah menjauh dari pengalaman nikmat membeli.
Jangan-jangan kesunyian pasca-konsumsi ini yang paling dekat dengan ungkapan “malam sunyi” yang kita nyanyikan. Orang butuh pengalaman lain yang pantas dikenang, yang pantas menghias kehidupan, yang tidak hanya mengalir dari pengalaman pembelian, melainkan dilakukan bersama orang lain, yang tidak muncul dari menyaksikan (voyeuristic) melainkan kesaksian.
Kita pertama-tama tidak butuh popular culture yang diproduksi oleh satu mesin ideologi konsumsi massa, melainkan culture of the people dengan berbagai ragamnya, bukan popular culture yang senantiasa minta disaksikan melainkan culture of the people yang menuntut kesaksian, bukan popular culture yang kita capai lewat konsumsi (sendirian) melainkan culture of the people yang kita ciptakan bersama orang lain. 

Senin, 05 Desember 2011

Warna Pershabatan

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap 
dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai. 
si HIjau berkata


"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. 
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
 
Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna
 
mayoritas..."
 

BIRU menginterupsi:
 


"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan
 
dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
 
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
 

KUNING cekikikan:
 

"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
 
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
 

CoKLAT menyusul dengan mengangkat sendoknya:
 


"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga
 
karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."
 

MERAH  & PUTIH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
 


"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah,poinsentia
 
dan bunga poppy."
 

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:

 
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai
 
pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka
 
mendengarkan dan menuruti kehendakku."
 

Akhirnya ORANGE



berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian 
jarang memperhatikan adaku untuk merepresentasikan pemikiran dan refleksi,matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku
 
untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."
 

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan
 
superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba,
 
sinar halilitar melintas membutakan.Guruh menggelegar. Hujan mulai turun
 
tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu
 
sama lain mencari ketenangan.
 

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
 
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing
 
ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing
 
diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda?
 
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
 

Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang
 
kemudian berkata: "Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam
 
kedamaian.PELANGI adalah pertanda Harapan hari esok." Jadi, setiap
 
kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan
 
diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

Minggu, 04 Desember 2011

SeMeleH...SuMingkIR

Pernahkah Anda memiliki suatu keinginan tetapi tidak kunjung tercapai? Apa yang Anda rasakan? Marah pada diri sendiri? Menyalahkan keadaan? Patah semangat? Frustasi? Demikian pula pada saat kita dihadapkan pada suatu keadaan sulit seperti ditekan, diberitarget berat, ataupun mendapat limpahan amarah dari orang lain. Apa gejolak yang ada pada hati kita? Marah? Depresi? Dalam dunia kerja yang sangat kompetitif seperti sekarang ini setiap hari kita dihadapkan pada situasi yang menyesakkan nafas. Tidak mengenakkan, bahkan menyakitkan. Tapi itu tidak untuk semua orang. Beberapa orang pandai menyiasatinya. Siasat seperti apa yang harus kita terapkan agar tidak terlarut dalam kesulitan, kemarahan, dan frustasi? Bagaimana kita harus menempatkan diri kita dan menata emosi kita agar sukses dan nyaman dalam menjalankan kehidupan?

Kearifan lokal jawa mengajarkan kita agar dalam menjalankan kehidupan ini kita harus “semeleh”. Semeleh berasal dari akar kata “seleh” yang berarti letak. Dengan demikian “semeleh” bisa kita terjemahkan secara umum sebagai suatu keadaan dimana kita meletakkan segala sesuatu apa adanya, pada tempatnya. Terimalah segala sesuatu seperti apa adanya. Kurang lebih demikian pesan yang terkandung dalam kata “semeleh”. Apakah ini berarti kita harus mengalah saja pada keadaan saat kita mendapatkan kesulitan? Apakah ini relevan dalam dunia kerja yang saat ini semakin kompetitif? Bukannya kalau kita diam tidak bergerak akan menjadikan kita tergilas dalam arus bola salju kompetisi yang semakin hari semakin dahsyat? Nah, pertanyaan seperti itulah yang akan saya jawab disini. Saya akan mencoba meluruskan kesalah-pahaman tentang pengertian semeleh agar kita tidak mengaplikasikan semeleh secara keliru. Saya pastikan bahwa semeleh justru mengandung kekuatan dan kearifan yang luar biasa agar kita bisa menjadi pemenang dalam era kompetisi seperti sekarang ini.
Beberapa mahasiswa saya pada pertemuan pertama menampakkan wajah tegangnya melihat kontrak pembelajaran yang saya tawarkan. Mulai dari literatur yang wajib mereka baca, sistem penilaian yang akan saya aplikasikan, dan juga rule of the game dalam proses belajar mengajar dalam mata kuliah tersebut. Saya memang memasang standar kualitas yang cukup tinggi pada mata kuliah yang saya ampu. Bukan saya sok hebat atau mempersulit mahasiswa, tetapi saya ingin siapa saja yang pernah saya ajar kelak menjadi orang hebat dan sukses. Melihat ketegangan beberapa mahasiswa, saya coba cairkan dengan beberapa statement motivasi. Disini saya bisa melihat bahwa beberapa mahasiswa yang tegang tersebut takut pada bayangan sendiri. Setelah saya motivasi baru mereka kelihatan tenang dan tatapan matanya sudah mulai berseri menandakan tumbuhnya perasaan optimistik dalam dirinya. Mengapa sebagian mahasiswa tegang dan sebagian lainnya tidak demikian? Hal tersebut karena sebagian mahasiswa yang tegang tadi menempatkan sesuatu tidak pada porsinya. Mereka ngeri oleh bayangan sendiri. Apa isimotivasi yang saya sampaikan? Saya menyampaikan agar dalam hidup ini kita hendaknya “semeleh”.

Sabtu, 03 Desember 2011

mengenal lebih dekat semongko band..

Dunia Musik Indonesia sedang di hiasi bintang-bintang baru yang lebih tepatnya seperti kapal selam, kadang muncul, tapi tenggelam lagi, muncul lagi dan tenggelam lagi, begitulah seterusnya dan dapat dipastikan bahwa bintang yang lama bersinarlah yang terangnya paling indah..sudah tidak aneh lagi bahwa saat sekarang ini banyak band baru yang muncul dan lagunya menjadi hits namun kemudian setelah kehabisan kreasi mereka perlahan lenyap entah kemana?? Example:S.O.S, PADI, Wong, Naif, Juliette, Anima, Republik, Kapten, The Rain dan masih banyak lagi band yang awal kemunculannya heboh namun perlahan-lahan mulai tenggelam.. memang benar kata pepatah kalau “Didunia ini tidak ada yang abadi” ditengah itu semua ada juga band yang masih eksis dan menjadi sejarah di dunia musik tanah air, nah berdasar konsistensi dan hasil yang mereka buat maka saya akan membandingkan mana saja band terbaik dari urutan dari bawah ke atas!! nah berikutlah hasilnya:
6.Ungu
Awal kemunculan dengan single “bayang semu” band ini tidak begitu terkenal walau laguya sudah dijadikan soundtrack film (judulnya apa ABG gitu saya lupa lagi) lalu munculkembali dengan single “karena dia kamu” yang juga kurang hits..namun ketika muncul lagu “Demi Waktu” album melayang, band yang menyukai SLANK ini mulai terkenal karena lagu-lagunya yang romantis dan hampir semua album enak untuk didengar dan banyak disukai serta dijadikan soundtrack film, Example:Demi waktu, seperti yang dulu, Jika aku bukan pilihan hatimu, dan tercipta untukku. akhirnya jadwal manggung-pun banyak mengalir, terutama dari suzuki yang mengambil band ini sebagai iconnya, selain itu band ini juga banyak menyabet penghargaan seperti AMI, juara MTV Ampuh dan SCTV Musik Award yang tahun ini mereka dapati dengan 3 gelar..begitu pula albumnya yang sekarang (kekasih gelap) masih banyak digemari dan band ini masih eksis hingga sekarang.. salut buat ungu yang banyak menciptakan lagu-lagu hits, walau pernah mengadakan konser yang memakan korban. mungkin dari awal kemunculannya yang bisa menyaingi hingga saat ini hanya Nidji dan Samsons yang lagu mereka sekarang kurang banyak menjadi hits dibanding ungu.

5.Padi
Memulai debut dengan lagu “sobat” yang memang mewarnai musik Indonesia, band yang memiliki ciri khas mirip “Radio Head” ini membuat album pertama dengan single “Sudahlah” yang pertama saya dengar kurang suka namun memiliki ciri khas, namun begitu lagu berikutnya “seperti kekasihku” saya mulai punya firasat mereka akan jadi band yang terkenal. pertama-tama terbukti adalah saat lagu mereka mulai banyak disukai, apalagi setelah muncul lagu “Begitu indah dan Maha dewi” mereka langsung menempati peringkat 1 MTV Ampuh selama 1 tahun lebih dan menjual albumnya lebih dari 600ribu kopi(double platinum), ketika album ke2 keluar band ini mulai banyak digemari hingga tiap saya main musik waktu nongkrong selalu lagu mereka yang dibawakan..akhirnya album yang menyajikan lagu hits “Sesuatu yang indah dan kasih tak sampai ini” laku hingga menjadikan mereka band jutaan kopi..sampai sekarang band yang mampu menyaingi Sheila On 7 pada eranya ini masih eksis walau memang tidak seperti dulu lagi, salut buat mereka khususnya piyu yang menjadi salah satu gitarist terbaik Indonesia.

4.Sheila On 7
Untuk profil mereka silahkan lihat tulisan saya tentang mereka dalam kategori super band, Band ini hampir mirip Padi ceritanya karena sama-sama merajai MTV ampuh bertahun-tahun dan band ini pernah menciptakan fenomena: band yang konsernya banyak memakan korban Lagunya banyak yang menjadi hits seperti “Kita, Dan, Anugrah terindah” di album pertama dan “Seberapa pantas, Pria kesepian” di album kedua.. salut juga buat mereka, band asal yogyakarta yang paling banyak digemari. sekarang mereka masih berkreasi walau lagunya tidak setenar dulu dan khususnya buat om duta yang sekarang jadi komentator Idola Cilik

3.Peterpan
Awalnya hanya band cafe yang di angkat oleh noey “Java Jive” menjadi band Indie namun setelah mengeluarkan album kompilasi bersama band lainnya membuat album sendiri “mimpi yang sempurna” karena memang band ini lebih menonjol daripada temannya di album kompilasi, sampai-sampai banyak anak di kota saya (Bandung) yang membeli album kompilasi hanya untuk mendengar lagu peterpan “mimpi yang sempurna” saja. wow!! akhirnya band ini mendapat double platinum dari albumnya yang pertama dengan singgle hits seperti: Sahabat, Aku dan bintang, Semua tentang kita Dll.. setelah mereka membuat album kedua “Bintang di Surga” dengan singgle pertama “Ada Apa Denganmu” masyarakat Indonesia mulai banyak yang menyukai band ini hingga di setiap perempatan pengamen selalu saja membawakan lagu mereka, apalagi setelah keluar lagu mungkin nanti, album mereka langsung terjual lebih dari 2 juta kopi dalam waktu 2 bulan :0 selain semua lagunya yang memang enak banget dan jadi hits, konsernya juga heboh dan banyak sekali digemari, juga oleh negara tetangga seperti malaysia yang konsernya pernah di hadiri 600ribu orang dengan target hanya setengahnya.. sebuah rekor fantastis dan fenomenal yang tidak pernah disamai band manapun. konser yang saya ingat adalah saat peluncuran album Alexandria di dago!! itu jalan sampai seperti lautan manusia, hingga saya mau kencan tidak jadi karena begitu macetnya, salut buat peterpan yang walau sekarang tidak se-fenomenal dulu tapi tetap eksis sayang sekali andika yang begitu mewarnai musik mereka didepak!!

2.Dewa
Band yang di gawangi Dhani ini pernah menjadi band yang di gandrungi anak muda pada zamannya dan yang saya tahu pada saat ari lasso menjadi vocalistnya mereka adalah band no.1 se Indonesia, yang tiap konsernya selalu dipenuhi penonton, lagu mereka banyak yang mejadi hits seperti “Cinta kan membawamu, Elang, kamulah satu-satunya” ketika Once pertama menjadi Vocalistnya band ini pernah menjual album sebanyak 1,6 juta kopi dalam waktu 1Tahun lebih (hanya bisa disaingi Peterpan) dengan lagu hits “Roman Picisan, 2 Sedjoli, Risalah hati”. salut buat band sampai sekarang masih banyak di gemari ini!! walaupun sekarang personilnya banyak yang berkarya sendiri seperti: Andra(Andra and The Backbone) Dhani(Meneger Mulan, Dewi-Dewi dan The Rock) Once(Solo) namun saya yakin ini hanya trik dari Si Pintar dan Kontroversial “Ahmad Dhani” (Lihat tulisan saya tentang Dhani) yang bertujuan untuk memajukan dirinya dan Dewa juga.

1.SEMoGKO 
Nah ini band yang paling stabil, walau albumnya tidak seheboh band sebelumnya namun bila di akumulasi karya mereka lebih banyak yang menjadi hits dari jaman.anggotanya antara lain Bopo,kopeng,bendot,mr.W,pak bud & ledy ROCk MIs.LISS sampai sekarang, apalagi lagu “yang nGAK pernah jADI” yang sampai saat ini saya masih menyukainya.. baru-baru mereka mendapat penghargaan karena lagunya yang banyak menyindir para pimpiana,pimpiana yang sakenak udelnya dewe..!! kenapa kalian marah kalau tidak tahu aturan?? kalian marah berarti kalian memang ngak bisa apa2 cuma ngomong kayak tong karena bagaimana mungkin kalian merasa tersindir kalau tidak melakukan hai rakyat jelata dan di injak2!! siapa yang marah kepada SEMonGko waktu itu itulah para penguasa. lanjut pada SEMoGko, band ini sampai sekarang masih eksis, tiap manggung masih banyak di hormati band lain dan tentunya fans mereka sampai sekarang masih banyak banget yang setia walau tidak dipungkiri banyak yang mendua dengan menyukai band-band Indo yang lain khusus untuk kota TEMBAKO penggemar mereka sampai sekarang masih banyak, salah satunya saya dan penggemar mereka di sini disebut “PARA PencOLENG” sebuah komunitas yang ga ada matinya serta membenci poloh tingkah penguasa yang ngak pernah bener. salut buat mereka yang tetap bersinar, buat pak BUD,dan bENDOT yang menjadi salah satu dari Gitaris terbaik Indonesia kopeng dramer nomer wahit di muka bumi mis.liSS & MR.W duwet vokalais yang sumbang dan cenderung anarkir. BOPO pemain bass yang tidak terkenal
Nah demikianlah band terbaik Indonesia sepanjang masa, maaf jika band anda tidak masuk daftar!! sebenarnya masih banyak band yang saya sukai yang pada zamannya menjadi yang terbaik seperti: Pas Band(Raja Band Underground Bandung), Netral, /Rif, GIGI, Jamrud(Band Jutaan Kopi), Nidji, Ada Band.. Namun berhubung saya berusaha menilai se-Objektif mungkin dan band diatas tersebutlah yang paling fenomenal (dilihat dari eksistensi, hits dan penjualan album) walau saya akui tidak semuanya saya suka andai saya boleh menilai berdasarkan yang saya sukai maka berikutlah peringkatnya: 1.Pas Band, 2.Peterpan, 3.SEMoNGKO, 4.Padi, 5.Nidji, 6./Rif 7. SLANK (mungkin tiap orang akan berbeda pendapat sesuai dengan seleranya).
Add caption