Selasa, 29 November 2011

123456789 sEmONgKO BanD....

Hidup bagi saya adalah kumpulan momen.
Rangkaian titik yang terus menyambung membentuk garis yang entah lurus atau centang perenang rumit menyakitkan.
Hidup adalah kumpulan waktu abstrak yang tidak terdefinisikan.
Relatif....
ini sedikit deret cerita kecil kami.......!!!











suka dan senang kita lalui bareng -bareng memang menut mu kurang asik tp bagi kami genk -SemONgkO..
suatu kesenangan ter sendiri...
walau pun lagu kami sumbang ...dan ngak jelas Tetep HAPPY.....
trimakasi buat kanca...kanca..SALAM SeMoNgKO.....!!!!

Senin, 28 November 2011

Pranikah yang aNEh

ini lah pranikah yang sedikit yleneh ...wagu...tur saru...
kejadian terjadi udah lama .banget...kira-kira 1119 SM
saya tunggu komen anda ....

Rabu, 23 November 2011

uAng seRIBU & SeraTUS riBu

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi
mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan
dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan
seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.
Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus
ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :
‘Ya, ampuunnnn………. darimana saja kamu, kawan? Baru
tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet
dan….. bau!
Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan …. Ada apa denganmu?’
Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan
nelangsa.
Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
‘Ya, beginilah nasibku, kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga
hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus
Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal.
Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam.
Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku
dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci
tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi
uduk, dari sana
saya hijrah ke kemben Inang-inang.
Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal,
lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung,
diremas-remas…….
Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
‘Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan
pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di
dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang
wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu
berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke
restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan
di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh
aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu
sama teman-temanmu.’
Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :
‘Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.
Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada
kamu!’
‘Apa itu?’ uang seratus ribu penasaran.
‘Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di
tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat
itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..’
Inilah sebenarnya kehidupan kita, Orang yang kaya ibarat uang 100 Ribu, orang jarang mau mendekatinya apalagi berteman dengan mereka, tentu ada perasaan sungkan. Sementara uang Seribu ibarat orang yang miskin. mempunyai banyak teman, dan di mana-mana sering bertemu temannya. Bahkan dia banyak memberikan manfaat kepada orang lain.
Kita yang mungkin menjadi uang 100 Ribu, seharusnya bisa bersikap layaknya uang seribu, yang tidak pernah memilih – milih teman. Jika perlu selalu bersikap layaknya uang seribu. Bukankah kita semua ini dasarnya miskin, lemah, dan bodoh. Kalau ada kelebihan sedikit atau banyak bukankah itu hanya dari Allah

Masa depan kok suram....!!!haduhhh

Senin, 21 November 2011

ORANG UTAN, ORANG DESA DAN ORANG KOTA



hayo tebak yang mirip yang mana...?


Kawan, pernahkah engkau pergi ke pusat2 perbelanjaan, ke mal2 dan
lihatah betapa besar, penuh barang2 dan manusia di sana? Tiada hari
yang tiada ramai, dan tiada hari yang tiada memerlukan segala macam
kebutuhan. Pernahkah engkau pikirkan, mengapa kita manusia modern ini
merasa memerlukan sangat banyak kebutuhan? Pernahkah engkau bandingkan kehidupan kita (orang kota) yang begitu banyak memiliki kebutuhan, dengan kehidupan orang2 desa yang sederhana, yang tak pernah terlalu sibuk untuk menikmati mekarnya mawar, atau mencium wanginya bunga kopi yang sedang merekah, atau wangi tanah kemarau yang tersiram hujan disenja hari?
Tampak jelas sekali dari begitu besarnya pusat2 perbelanjaan, dari
begitu banyaknya barang2 yang diperjualbelikan, orang2 kota spt kita
ini seakan2 tiada habis2nya memiliki kebutuhan. Dari kebutuhan dasar
berupa makan-minum, pakaian dan tempat tinggal, kita beranjak menuju
kebutuhan2 lain semacam hiburan (kehidupan kota membuat kita stress),
perawatan tubuh (polusi kota menyebabkan tubuh kita mudah menua dan
mudah sakit) pendidikan (persaingan yang ketat cuma menyisakan mereka
yang kuat), aksesoris (penampilan luar adalah nilai utama, soal mutu
bisa direkayasa), transportasi, komunikasi..dsb.
Kawan, kita sering melihat di kota mana pun, selalu ada kesibukan yang
luar biasa. Lalu lintas macet karena banyaknya mobil, meskipun jalan
raya sudah di buat sampai bertingkat-tingkat dan selebar-lebarnya.
Pabrik-pabrik beroperasi sepanjang hari, menghasilkan barang2 yang
kita anggap sebagai kebutuhan. Orang-orang hilir mudik, dan semuanya
tampak sibuk.
Mengapa kita demikian sibuk, kawan? Apa yang kita cari? Harta benda?
Uang, uang, uang? Gengsi dan kehormatan kelas? Kenikmatan hidup atawa hedonisme? Bukankah untuk mencapai tujuan sejati
manusia-kebahagiaan-kita tidak butuh tetek bengek sebanyak itu?
Bukankah semua yang kita anggap sebagai kebutuhan, sesungguhnya cuma prioritas terendah dari kehidupan yang sebenarnya?
Kawan, satu hari saya melihat seekor orang utan sedang duduk santai
sambil makan sebuah pisang. Terlihat betapa sederhananya kehidupannya.
Dia tak membutuhkan apa pun selain makan, atap untuk berteduh, dan
rasa aman bagi diri dan kelompoknya untuk mencari makan, beristirahat,
dan berkembang biak.
Pernahkan engkau melihat seekor orang utan yang memerlukan sebuah
mobil, rumah berikut kolam renang ukuran olympic, pergi ke salon
perawatan? Atau pernahkah engkau melihat seekor orang utan yang
memerlukan komputer dan akses internet, atau segala macam tetek
bengek benda2 yang kita anggap sebagai kebutuhan padahal sebenarnya
tidak?
Kawan, jangan salah sangka. Saya tidak sedang mengajak anda untuk
menjadi orang utan, hidup cuma untuk makan dan berkembang biak. Saya
cuma ingin kita coba merenung sejenak, mengapa dari hari ke hari kita
selalu sibuk mencari nafkah, selalu tampak tergesa-gesa mengejar
kesempatan, dan selalu tiada habis2nya memiliki kebutuhan2 yang tiba2
muncul untuk dipenuhi?
Renungkanlah, mengapa kita semakin menjadi budak dari rutinitas kita
sendiri. Pagi bangun bersiap2 untuk kerja, sarapan dengan terburu-buru
karena takut macet di jalan, kerja keras demi meningkatkan prestasi
dan ujung2 demi uang yang lebih banyak lagi..lebih banyak lagi.dan
lebih banyak lagi, untuk memenuhi segala macam kebutuhan yang muncul
dengan tiba2, merengek2 minta dipenuhi. Bukankah keadaan spt ini tiada
berbeda dengan kondisi seorang pecandu putauw?
Renungkanlah, mengapa dari hari ke hari kita semakin menjadi budak
dari keinginan kita sendiri. Didorong oleh segala macam godaan
duniawi, kebutuhan semu yang diciptakan oleh iklan2 yang menampilkan
gaya hidup semu oleh bintang2 yang juga semu, betapa makin kaburnya
pengertian kita akan bedanya kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan kawan,
ada batasnya. Tetapi keinginan, sayangnya, sampai saat ini belum
ditemukan batasnya.
Kita bukan robot kawan, dan kita bukan budak siapa pun. Jangan biarkan
diri kita diperobot dan diperbudak oleh sesatnya nilai2 materialisme
dan hedonisme. Jangan biarkan remote control diri kita berada di
tangan tuan rutinitas, tuan materialisme dan nyonya hedonisme. Mari
kita bentengi diri kita dengan kebijaksanaan untuk dapat membedakan
antara keinginan dan kebutuhan.
Seperti kata Mahatma Gandhi, “High thinking, Plain living.”
Chuang 130501
“Bila seseorang tak dapat menemukan kebahagiaan
di dalam dirinya sendiri, maka ia tak kan menemukannya
di mana pun juga.” BUDDHA

Minggu, 13 November 2011

ini Cerita Ku MaNA cERitamu...!!!

pagi-pagi ...mamah lisa

 udah manjat kelapa

 demi bikin makan siang kami yang semua serba hijau...

dan setelah bersusaah payah melewati jauhnya jarak antara gunung dan lembah akirnya mamah lisan sampai sekolahan dan kami melanjutkan kesibukan itu
 itu baru awal nya kemudian di lanjutkan..

apa cerita mu ini cerita aq...!!!

Rabu, 09 November 2011

lidah memang tempatnya RASA

Di memang tempatnya, kita diajari bahwa lidah kita memiliki kemampuan merasa yang berbeda pada tiap bagiannya. Ujung lidah untuk merasakan rasa manis, sisi depan untuk rasa asin, sisi belakang untuk asa, dan pangkal lidah untuk rasa pahit,itu kata para ahli..di bidang kedokteran
Informasi tersebut di atas adalah salah, karena faktanya, telan saja gula, maka di bagian manapun lidah, tetap saja terasa manis, atau telan saja garam, semua bagian lidah akan merasa asin, atau putus cinta saja, maka menelan ludah pun akan terasa pahit sampai ke hati *eh*.
Kesalahan ini terjadi karena lagi-lagi kesalahan penerjemahan hasil riset seorang Jerman – D.P. Hanig pada tahun 1901 .
###***@@@***##
Sebenarnya, ada banyak lagi kesalahan penerjemahan yang dapat dijadikan contoh. Misalnya pemaknaan istilah bahasa Arab “Jihad”, dari makna “pergulatan jiwa” menjadi “perang melawan kafir“. Atau pernyataan terkenal presiden Iran – Mahmoud Ahmadinejad yang akan “menghapuskan Israel dari peta” ternyata hanyalah kesalahan penerjemahan pers yang arti sebenarnya adalah “rejim yang menduduki Jerusalem saat ini harus dihilangkan di masa depan“.

Namun pembahasan masalah ini akan membawa topik yang lebih sensitif dan cenderung bias, hingga tujuan awal tulisan justru tidak tercapai.
Akhirul qalam, apapun bahasa yang kita pakai, teruslah menjadi bagian besar dari kesatuan umat manusia, karena sesungguhnya bahasa hati kita akan selalu sama…
tapi dari pada di bikin pusing dengan perdebatan tersebut mending kita sejenak meliburkan diri dari ngajar..bergelut dengan buku pelajaran dan kadang bikin otak kita tegang ,kadang emosi itu keluar ngak tahu waktu.
memanjakan lidah...dengan rasa gurihnya daging berbagai macam dari daging A..,Pi.,Ce.....,kambing dari manisnya kecap..gula jawa palem....menambah rasa menjadi luar biasa...apa lagi di bakar di atas tungku arang dengan api menyala,aroma sudah tercium LESATOS...





mongooo..tapi kok mericaya akeh banget ,,,HAK...Des...DES....HHaahhahHU..hu..

Selasa, 08 November 2011

bugar Itu CApek...

menurut analisa anak-Anak bugar itu tidak enak kenapa?
karena waktu pelajaran olah Raga tadi anak-anak di jelaskan tenteng kebugaran...!!
tapi BeDa dengan pendapat Ahli...karena satu dia ntaranya


Sadoso Sumosardjuno (1989 : 9) mendefinisikan Kesegaran Jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari dengan gampang, tanpa merasa lelah yang berlebihan, serta masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan mendadak. dengan kata lain Kesegaran jasmani dapat pula didefinisikan sebagai  kemampuan untuk menunaikan tugas dengan baik walaupun dalam keadaan sukar, dimana orang yang kesegaran jasmaninya kurang, tidak akan dapat 



Sumosardjuno dan Giri Widjojo menyatakan kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuh dalam batas fisiologi terhadap keadaan lingkungan atau kerja fisik secara efisien tanpa lelah berlebihan. Suratman (1975) kesegaran jasmani adalah suatu aspek fisik dari kesegaran menyeluruh (total fitness) yang memberi kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan pada tiap pembebanan atau stres fisik yang layak. 
tapi beda lagi dengan anak-anak aq ini






aku suka semanggat kalian tetep semanggat....

Jumat, 04 November 2011

itU aKU......

memang aneh aku pengen jd ANGIn
Angin, mungkin terasa menyejukkan jika berhembusnya sepoi-sepoi. Angin juga merupakan sahabat, ketika bermain laying-layang. Angin juga membantu penyebaran bibit tumbuhan, seperti kata guru biologi waktu SD.
bukan Mr FAjar....Atau Mr BUdi
Add caption
 Angin pulalah yang dimanfaatkan oleh burung sehingga mampu terbang selama berpuluh-puluh jam diatas lautan yang luas. Akan tetapi angin juga terasa menggangggu jika berhembusnya keras, menerjang semua kertas kerja kita, dan memaksa kita memunguti hamburan kertas yang berantakan. Angin dengan udara dingin, mungkin membuat kita jatuh sakit, masuk angin seperti kata orang-orang tua. Angin yang sangat keras, mungkin menjadi badai yang mampu memporak porandakan bangunan-bangunan dari batu bata sekalipun. Tapi apa yang dapat dikatakan jika angin yang berhembus lebih dari 100 km / jam harus kita hadapi sambil bersepeda ? angin jenis inilah yang harus saya hadapi hampir beberapa hari terakhir. Di awal musim dingin atau awal musim semi, biasanya angin berhembus sangat keras di Belanda. Negara di mana saya sekarang sedang melanjutkan tugas belajar. Celakanya penderitaan ini sering ditambah dengan adanya hujan, hujan es, cuaca dingin, dan kadang salju. Bagi orang yang tinggal di negeri Belanda, mungkin cuaca buruk dan berubah-ubah sudah menjadi makanan sehari-hari. Karena itu tidak mengherankan, ketika diadakan survey mengenai topik yang paling sering ditanyakan oleh orang belanda adalah cuaca. Tapi alangkah herannya negara ini yang juga merupakan negara nomor satu di dunia, dimana jumlah sepeda mungkin lebih besar dari jumlah penduduknya. Tentunya bersepeda dengan angin yang sedemikian keras, bukanlah hal yang menyenangkan. Dan sepeda inipulah yang juga menjadi teman seperjuangan saya setiap kali melawan hembusan angin yang tidak sepoi-sepoi itu. 

Angin ini pulalah yang membuat perjalan 100 meter serasa 1000 meter, bayangkan jika angin berhembus dengan kecepatan 100 km dari arah depan. Terkadang angin juga berhembus dari arah samping, yang membuat saya ingin terjatuh dari sepeda. Hal yang sangat menakutkan adalah ketika harus melintasi jembatan atau bersepeda disamping kanal. Serasa lebih aman untuk menuntun sepeda dan berjalan kaki, daripada jatuh masuk kanal yang pasti arinya dingin minta ampun. Meskipun bukan berarti perjuangan sudah selesai. Penderitaan ini masih ditambah lagi, dengan kegemaran orang belanda membangun gedung yang tinggi-tinggi. Tentu karena tanah yang tersedia sangat terbatas. Keberadaan gedung-gedung ini mampu memecah aliran angin, menjadi lebih lemah tapi tidak jarang malah berlipat-lipat kali kuatnya. Tak ketingglan universitas dimana saya belajar memiliki sebuah gedung yang sangat tinggi. Dengan ada gedung ini, maka angin terpecah di sisi kanan dan kiri gedung. Celakanya bagi orang yang bersepeda atau berjalan disekitar gedung itu, saat angin berhembus keras. Maka serasa seperti berjalan dari lorong angin (turbulence) di laboratorium. Sungguh berbahaya sekali keadaan disana. Saya pernah jadi bahan tertawaan orang, ketika saya beserta sepeda terseret oleh angin dan jatuh menabrak pohon.
 

Sempat terlintas di pikiran saya, kenapa angin di Belanda selalu datang dari arah yang berlawan dengan arah yang saya tuju. Ketika saya belok ke kiri, ada angin dari depan, ketika berbelok ke kanan, tetap juga ada angin menghalang dari depan. Jarang sekali ada angin yang datang dari arah belakang, dan mendorong laju sepeda saya. Hampir saya berpikir, angin disini memang ingin mempersulit hidup saya. Padahal tidak ada dosa saya pada si angin tersebut. Dengan penuh keingin tahuan, maka saya mulai mengamati arah angin, dugaan semula bahwa tidak ada angin dari belakang, ternyata salah. Tidak jarang juga saya merasakan ada dorongan yang membuat saya bersepeda semakin kencang. Cuma selama ini saya tidak merasakannya, atau tepatnya tidak mau merasakan bantuan dari si angin ini. Yang selalu saya protes adalah angin yang datang dari depan, yang menghambat saya. Yang lebih saya perhatikan adalah angin yang mendatangkan kesulitan daripada angin yang menolong saya.
 

Menarik sekali, ketika kemudian saya sadar, bahwa kehidupan manusia terutama saya sendiri adalah seperti ini. Banyak protes ketika kesulitan menghalangi jalan, dan tidak sadar ketika mendapat berkat atau pertolongan. Seringkali saya komplain kepada Tuhan bahwa kehidupan saya terasa berat dan banyak hal yang merintangi jalan. Pekerjaan atau pelayanan yang tidak lancar, banyak masalah, bahkan bekerja untuk Tuhan pun tidak terlepas dari masalah. Meskipun tanpa saya sadari, banyak berkat dan pertolongan dari Tuhan. Tidak sedikit dorongan ‘angin belakang’ dari Tuhan yang saya lupakan dan abaikan. ‘Angin’ tersebut justru menolong saya, menolong saya melaju lebih cepat. Sejak saat itu, saya belaj bahwa angin dari depan yang sering menghalangi jalan kita akan selalu ada dan tetap selalu ada, akan tetapi ada pula angin dari belakang yang mendorong dan memacu perjalanan saya. Dan bukankah itulah indahnya hidup, terutama hidup berjalan dengan Tuhan.

es...itu enak...banget..

Sebenernya cerita ini bukan fiksi belaka,,,,,
 tapi juga bukan sepenuhnya cerita beneran....!!!
 Mungkin ini bisa dibilang efek dari salah satu daya hayal gue yang melebihi porsi, sampe” waktu gue ketemu cow dan suka, gue kadang agak berlebihan, sampe-sampe gue buat kesan kaya di nopel-nopel walopun sebenernya engga mirip sama sekali. ok lo baca aja. klo lo penasaran sama es krim coklat gue, lo bisa hubungi rumah sakit terdekat”





Mungkin kedengerannya ini agak gila, edan sinting atau kurang waras , ato ini emang salah satu efek dari menggilai dia beberapa bulan belakangan. Sampe-sampe gw kepikiran buat bikin PSsEK (persatuan SeMONGKO SENAng Ess Krim ). ngedengerin cerita-cerita tentang dia, dari mule dia minum terus ngelirik ke arah gw, yang bikin gue dug dug seeeeeeeeer melayang ke langit ke tujuh. Ato dari dia nyapa gw di tangga sekolah yang mempertontonin gigi kudanya yang manis kaya coklat (gw sih ga pernah nyicipin, cuma ngira” doang) sampe hal ga penting, kaya dia nyapa gw di chat, trus gw nari nari kesetanan sampe nubruk apa aja yang ada di depan gw, mungkin klo gw mlihara banteng, gw sruduk-srudukan ama tu banteng karna saking senengnya. Saking Menggilainya, gw ga pernah absen  menyebutnya Tropika padahal TRICO. Tapi gw punya filosofi kenapa gw manggil dy es krim tropika. gw dari kecil suka es krim, gw suka makan es krim apa aja, dan gw paling doyan makan es krim gratisan. apalagi es krim yang gw rebut dari tangan temen gue, rasanya nikmat boii. kaya lo dapet emas batangan delapan ember dari ketidaksengajaan lo jongkok di empang sebelah ruma gw triiing… triiiing…. lanjut ke es krim tropika...!!!
kesukaan gw sama es krim masih stadium normal-normal ajj, karna gw sadar sepenuh hati dari lubuk yang terdalam. klo kebanyakan es krim bikin gw mencret-mencret, trus amandel gw bisa” bengkak, apalagi klo keseringan gw bisa jatuh miskin. kalo gw jatuh miskin, bisa-bisa pak presiden kita makis stress mikirin semakin banyaknya warga negara yang jadi miskin. Apalagi klo kaya kasus gw, miskin gara-gara beli es krim (ga seksi banget). klo bahasa kerennya, gw mengelompokkan rasa jadi beberapa bagian. Yang pertama MANIS, klo gw lagi pengen sesuatu yang manis, gw makan aj yang rasa vanila. Es krim vanila punya rasa yang manis, dari awal gw masukin ke mulut gw sampe beberapa menit setelah tu es krim habis. saking manisnya, es krim vanila bisa bikin perasaan gw jadi lebih relek. Yang kedua MANIS PAIT, klo gw pengen yang ga biasa, ada manis dan paitnya, gw makan aj yang rasa coklat. walopun sebenernya rasa manis di es krim coklat lebih mendominan, tapi diem-diem gw selalu ngerasa rasa pait di pangkal lidah gw. Nah yang ketiga ASEM, klo gw pengen ada rasa asemnya, gw makan aja yang rasa stroberi sambil nyengir nyiumin ketek gw sendiri.
jadi sebenernya intinya gw nyebut dia es krim coklat karna gue bisa ngerasain sesuatu yang manis dan juga sesuatu pahit dari rasa suka gw sama dia. saking ediotnya, tiap kali gw kangen sama dia, gue bukannya sms dia, tapi gw malah beli es krim coklat. Alhasil kayaknya gw makin gembul (walopun sebenernya keliatan makin seksi). Gw suka rasa apa aja, gue suka vanila, gue suka stroberi. tapi gw lebih suka yang TRoPIKA

salammm satu...S.E.M.O.N.G.K.O....

Kamis, 03 November 2011

apa kata mereka tentang senam..




Senam pertama kali diperkenalkan pada zaman Yunani kuno menurut buku. Senam berasaldari kata "Gymnastics" kalo itu tidak tahu pastinya ,menurut yang saya baca kata Gymnas berarti telanjang, sebab pada waktu itu orang-orang berlatih tanpa memakai pakaian(hi saru...!!!). Sedangkan Gymnasium adalah suatu tempat yang dipergunakan untuk mengadakan latihan senam. Pada zaman itu Gymnastik dilakukan dalam rangka upacara-upacara kepercayaan yaitu guna menyembah dewa Zeus kebenaranya blm tahu.Pada awal permulaaan abad ke-20 waktu aku belum lahir, senam telah menjadi rencana pendidikandi sekolah-sekolah Amerika. Hal ini berkat usaha dari Dr.J.F.Williams, Dr.Dublysorgen dan Thomas D.Woo

Frederik Jahn adalah bapak Gymnastik, dia memkombinasikan latihan-latihan gimnastik dengan pertunjukan-pertunjukan patriotik. Dia juga menemukanbeberapa perelatan senam, diantaranya adalah palang horizontal, palang sejajar,kuda-kuda melintang, dan bak lompat.Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda.Pada waktu itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan “Taiso”.Pemakaian istilah “senam” sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kataolahraga sebagai pengganti kata sport.

pendapatmu mengenai senam...???
menurut @mr .rusmin : megerakan seluruh tubuh dengan aturan (goyang dangdut,,,,semongko)
menurut @mr .beni : S.E.N.A.M.....dengan muka mumet...##***@%
menurut @ mis LIsa : senam adalah ajrut-ajrutan dengan istruktur WAGU...dengan muka lucu...
menurut @ mis ayomi:senam itu wagu,,,,,....dengan muka serem..
menurut @ mr budi senam adalah suatu kegiatan mengerakan anggota tubuh mengikuti alunan musik atau irama  dengan wajah coooll...
menurut @ mr fajar  mengolahragakan tubuh kita ...hem....
menurut @ kata guru BHS indonesia (mis Arum) menggerakan tubuh...apaiya to
ya mungkin senam itu menyenang kan asalkan bisa S.E.M.O.N.G.K.O

mari konco-konco kita senam kita senamkan jiwa raga kita...