semua orang mungkin bertanya siapakah dia...??
tapi hanya segelintir orang yang tahu tentang anak ....ini..
anak ini di di krim tuhan untuk menggisi dan mewarnai sebuah kelurga kecil ini...
dia di krim tuhan sebagai malaikat kecil yang lucu dan mengemas kan
aqsangat menyayangi mu bidadari kecil aq....
aq sangat sayang kamu
Jumat, 21 Oktober 2011
KenangaAN Indah berSAma CotheL...
Bagiku arti persahabatan atu nek wong jowo ngomong kekancan . Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku sansasoyo Seneng. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan.
“Hahahahaha!” aku nguyu karo moco buku....
“mbah blangkon! Katanya mau cari refrensi ngo ngajar sesuk, malah moco renungan . Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, kowe jilih ra !!!? kawe ngowo gorengan ngone agus apa? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok soko om Ong kudu rampung ra mung RPP apa Silabusdi rampung ke!!!. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. nongkrong ngone agus karo mangan iwak B2!” jelas no.. dengan nada nyaring.
wijAYA orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari DULU KETEMU sampai sekarang kita jauh2an - aku sering nongkrong bareng di tempat aguss, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Wijaya jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara WiJaya, aku jadi ikut-ikutan suka main game.
Sahabatku yang kedua adalah Bang Erroo, nama sebenarnya Jonathan erii prabowo mangku buto limo ngowo semongko. Bang errOO pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.
“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang ErrOO yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi 8 sahabat yang over dosis pada berbagai hal.
Kami pulang bersama berjalan kaki, menumuju parkiran bersama MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi.. untungnya gombloh tidak tahu ulah kita ... Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.
Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!”MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi.. setuju dengan ku.MBah bangkon,bang erro & Wijaya melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut di culik (cemen2 ifan .com). Aku melihat Wijaya seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
wijAYA orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari DULU KETEMU sampai sekarang kita jauh2an - aku sering nongkrong bareng di tempat aguss, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Wijaya jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara WiJaya, aku jadi ikut-ikutan suka main game.
Sahabatku yang kedua adalah Bang Erroo, nama sebenarnya Jonathan erii prabowo mangku buto limo ngowo semongko. Bang errOO pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.
“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang ErrOO yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi 8 sahabat yang over dosis pada berbagai hal.
Kami pulang bersama berjalan kaki, menumuju parkiran bersama MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi.. untungnya gombloh tidak tahu ulah kita ... Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.
Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!”MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi.. setuju dengan ku.MBah bangkon,bang erro & Wijaya melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut di culik (cemen2 ifan .com). Aku melihat Wijaya seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, anindito – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku ,MBah bangkon,bang erro & Wijaya akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan bang erro terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.
Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...anindito, ayo...satpam” bang erro membisiku sekali lagi.
Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.
“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang erro yang berdarah. Terlihat juga tangan wijya yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.
“Jangan kawatir... hehehe... Kita berliama berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... wijaya juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang erroo dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang eroo “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”
Singkat cerita, aku mengobati mereka berdelapan.MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi..datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...anindito, ayo...satpam” bang erro membisiku sekali lagi.
Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.
“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang erro yang berdarah. Terlihat juga tangan wijya yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.
“Jangan kawatir... hehehe... Kita berliama berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... wijaya juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang erroo dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang eroo “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”
Singkat cerita, aku mengobati mereka berdelapan.MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi..datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ wijaya malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang erro bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang erro kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.
“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdelapan memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong samaMBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi... Tapi ada pelajaran yang kupetik dari delapan sahabatku ini.
“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdelapan memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong samaMBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi... Tapi ada pelajaran yang kupetik dari delapan sahabatku ini.
Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi. adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi salah satunya ).
Kamis, 20 Oktober 2011
Saat Kau tak tersentuh, Kau tak tergapaiAku Sahabatmu?
Siang itu aku makan siang dengan seorang gadis cantik beserta para Cothell. Kami makan nasi dengan ayam goreng pecel dan soto ayam, ditemani lilin menyala untuk mengusir lalat, sambil meminum ‘fresh tea’ dan juga es jeruk. Pertemananku dengan dia membuat kami saling bisa mengerti dan saling mensharingkan cerita kami masing-masing, dia pun tidak ragu menceritakan pengalamannya begitu pula dengan aku, sudah banyak sharing yang aku dengar dari dirinya.
kami bertemu dengan kisah yang unik, dan kami bisa saling menyatu karena pandangan yang sama antar dia dan aku, saat itu dia bercerita tentang kisah pertemanannya dengan para pengamen bis kota, dimana ternyata temanku ini dengan mudahnya membaur dengan mereka. Ceritanya tentang bagaimana saat dia pergi kuliah naik bis, kemudian bertemu dan berteman dengan mereka para pengamen itu, sehingga para pengamen itu mengenalnya dan bukan hanya mengenal tapi menjadikannya teman, secara fisik temanku ini berkulit putih dan manis, dan banyak orang pun bingung akan sikap dia dan para pengamen.
Dari ceritanya pernah beberapa kali para penumpang lain menegurnya karena kedekatannya dengan para pengamen ini, penumpang itu bertanya, apakah para pengamen itu temannya? Karena bingung akan sikap pengamen itu yang kadang langsung bercanda dan mengobrol dengan temanku ini.
Sering kali kalau naik bis saat para pengamen masuk dan menemukan dia dalam bis, langsung saja dibangunin jika tertidur, dan juga lama kelamaan mereka para pengamen ini tidak mau menerima uang dari pemberian temanku ini. Karena mereka menganggap temanku ini adalah teman mereka, teman di dalam bis, teman yang benar mau menerima apa adanya, dan tidak hanya terbatas dalam bis saja, pertemanan ini berlanjut.
Sehingga sungguh suatu hal yang aneh di mata orang lain melihat seorang gadis cantik berteman dengan para pengamen ini, dan apa yang ditunjukkan pengamen ini pun baik, dimana mereka merasa dihargai dan mereka sangat menghormati temanku ini, mereka seakan melindunginya dalam perjalanan bis ini, dan kadang kali bercandaan terjadi di dalam bis.
Ceritanya berlanjut dimana suatu kali pun ada seorang pengamen yang curhat kepadanya bahwa dia telah menikah dan mempunyai anak tapi harus berpisah dengan mereka karena orang tua kekasihnya tidak setuju, perpisahan ini membuatnya bingung dan dia tidak tahu harus cerita ke siapa, sampai dia ketemu temanku di bis dan dia bisa cerita apa adanya. Temanku bingung harus gimana tapi dia mendengarkan dan berusaha memberikan dukungan pada dia. Sungguh suatu pertemanan yang bisa dikatakan sulit terjadi, tetapi bisa terjadi dengan sikap yang memang dipunyai setiap manusia, seperti Ibu Teresa berkata “Di dalam setiap orang ada kebaikan”.
Para pengamen dan anak-anak jalanan telah mendapatkan stempel tidak baik, anak-anak kurang ajar, anak-anak jahat, sehingga mereka pun semakin susah untuk berteman, padahal mereka adalah orang yang butuh perhatian, orang yang butuh seseorang yang bisa membimbing mereka, bisa menghargai mereka apa adanya, sehingga mereka melihat bahwa mereka pun berharga, mereka itu adalah ciptaan Tuhan yang sempurna, mereka juga mendapatkan Kasih Tuhan yang sempurna, dunia mereka lahirlah yang membuat mereka begitu. Bukan salah mereka, ada dari mereka yang juga merupakan anak-anak yang lari dari rumahnya karena tidak tahan perlakuan orang tuanya, ada juga dari mereka yang ditinggalkan orang tuanya, ada juga dari mereka yang harus berjuang demi hidup dan menghidupi adik-adiknya walau mereka masih dibawah 10 tahun.
Kalau kita bertanya kenapa Tuhan membiarkan itu semua, justru kita bisa bertanya kenapa kita berperilaku seperti kebanyakan orang, kenapa kita tidak bisa berteman dengan mereka, tidak menerima mereka, merasa jijik dll, pernahkan dari kita bertanya kepada diri sendiri kalau sebenarnya Tuhan telah mengirimkan penolong bagi mereka yah diri kita ini. Pernahkah hati kita terketuk utk hal ini dan tidak membiarkan hal ini terjadi? Tidak perlu memberikan banyak hal kepada mereka, mereka butuh pertemanan, lihatlah apa yang terjadi, dengan berteman malah para pengamen itu tidak mau lagi menerima uang dari temanku itu, karena merasa dia adalah temannya.
Memang masih sulit untuk memulai ini di jalanan, tapi kita bisa merubah sikap kita dalam kehidupan sehari-hari, seperti dengan supir, dengan pembantu, pegawai di kantor, dengan menghargai mereka apa adanya, menerima mereka, mereka akan juga melihat betapa Tuhan itu baik, dan juga betapa besar kasih Tuhan, apakah kita hanya terus berbicara kasih tanpa kita sendiri yang sudah merasakan kasih tidak bisa memberikan dan memperpanjangkan kasih Tuhan yang kita terima?
Jika kita bisa berbuat satu kasih kepada satu orang itu sangat bernilai, apakah anda tidak lihat bagaimana para pengamen yang dimata banyak orang adalah orang tidak baik tetapi bisa berbuat kasih? Kasih itu akan mudah tersebar lagi jika dia melakukan hal itu pada orang lain, tidak usahlan banyak hal yg dilakukan tapi berusahalah berbuat satu perbuatan kasih dengan satu orang saja, anda telah melakukan sesuatu yang berharga.
Cerita temanku pun berlanjut dimana dia mengundang para pengamen itu yang dia kenal untuk ikut merasakan kasih Tuhan dalam acara retreat, perbedaan agama disini memang ada, tapi yang ditekankan adalah kasih, dan dengan berani pula temanku ini meminta mereka untuk membuat suatu drama tentang kehidupan mereka dan hubungannya dengan Tuhan.
Apa yang terjadi? Kesempatan yang diberikan yang dipercayakan kepada mereka yang mungkin belum pernah mereka dapatkan selama ini begitu menggugah mereka, mereka tidak tidur mempersiapkan drama ini, dari cerita temanku mereka berhasil membawakan suatu karya yang bagus yang intinya bertanya “Dimana Tuhan”, dan mereka bisa merasakannya di tempat itu, dimana seseorang yang paling ditakuti, tapi saat itu menangis karena merasa dihargai, menangis karena ternyata Tuhan tetap mengasihinya.
Lihatlah kalau Tuhan begitu mengasihi manusia apa adanya, dan apakah kita yang berdosa ini masih memandang sesama kita dengan membuat stempel-stempel? dengan membuat kelompok2, ataukah kita siap membuang kaca mata hitam atas diri mereka dan merangkul mereka sebagai sahabat.
Satu hal yang mungkin aku bisa katakan, apa yang dilakukan temanku telah membuat mereka merasakan Tuhan, karena Kasih Tuhan sungguh besar, dan satu pertanyaan untuk diri kita “apakah kita mau menjadi perpanjangan kasih itu?” sehingga orang lain pun merasakan Kasih Tuhan, dan sadar bahwa Tuhan selalu ada dihidup kita.
kami bertemu dengan kisah yang unik, dan kami bisa saling menyatu karena pandangan yang sama antar dia dan aku, saat itu dia bercerita tentang kisah pertemanannya dengan para pengamen bis kota, dimana ternyata temanku ini dengan mudahnya membaur dengan mereka. Ceritanya tentang bagaimana saat dia pergi kuliah naik bis, kemudian bertemu dan berteman dengan mereka para pengamen itu, sehingga para pengamen itu mengenalnya dan bukan hanya mengenal tapi menjadikannya teman, secara fisik temanku ini berkulit putih dan manis, dan banyak orang pun bingung akan sikap dia dan para pengamen.
Dari ceritanya pernah beberapa kali para penumpang lain menegurnya karena kedekatannya dengan para pengamen ini, penumpang itu bertanya, apakah para pengamen itu temannya? Karena bingung akan sikap pengamen itu yang kadang langsung bercanda dan mengobrol dengan temanku ini.
Sering kali kalau naik bis saat para pengamen masuk dan menemukan dia dalam bis, langsung saja dibangunin jika tertidur, dan juga lama kelamaan mereka para pengamen ini tidak mau menerima uang dari pemberian temanku ini. Karena mereka menganggap temanku ini adalah teman mereka, teman di dalam bis, teman yang benar mau menerima apa adanya, dan tidak hanya terbatas dalam bis saja, pertemanan ini berlanjut.
Sehingga sungguh suatu hal yang aneh di mata orang lain melihat seorang gadis cantik berteman dengan para pengamen ini, dan apa yang ditunjukkan pengamen ini pun baik, dimana mereka merasa dihargai dan mereka sangat menghormati temanku ini, mereka seakan melindunginya dalam perjalanan bis ini, dan kadang kali bercandaan terjadi di dalam bis.
Ceritanya berlanjut dimana suatu kali pun ada seorang pengamen yang curhat kepadanya bahwa dia telah menikah dan mempunyai anak tapi harus berpisah dengan mereka karena orang tua kekasihnya tidak setuju, perpisahan ini membuatnya bingung dan dia tidak tahu harus cerita ke siapa, sampai dia ketemu temanku di bis dan dia bisa cerita apa adanya. Temanku bingung harus gimana tapi dia mendengarkan dan berusaha memberikan dukungan pada dia. Sungguh suatu pertemanan yang bisa dikatakan sulit terjadi, tetapi bisa terjadi dengan sikap yang memang dipunyai setiap manusia, seperti Ibu Teresa berkata “Di dalam setiap orang ada kebaikan”.
Para pengamen dan anak-anak jalanan telah mendapatkan stempel tidak baik, anak-anak kurang ajar, anak-anak jahat, sehingga mereka pun semakin susah untuk berteman, padahal mereka adalah orang yang butuh perhatian, orang yang butuh seseorang yang bisa membimbing mereka, bisa menghargai mereka apa adanya, sehingga mereka melihat bahwa mereka pun berharga, mereka itu adalah ciptaan Tuhan yang sempurna, mereka juga mendapatkan Kasih Tuhan yang sempurna, dunia mereka lahirlah yang membuat mereka begitu. Bukan salah mereka, ada dari mereka yang juga merupakan anak-anak yang lari dari rumahnya karena tidak tahan perlakuan orang tuanya, ada juga dari mereka yang ditinggalkan orang tuanya, ada juga dari mereka yang harus berjuang demi hidup dan menghidupi adik-adiknya walau mereka masih dibawah 10 tahun.
Kalau kita bertanya kenapa Tuhan membiarkan itu semua, justru kita bisa bertanya kenapa kita berperilaku seperti kebanyakan orang, kenapa kita tidak bisa berteman dengan mereka, tidak menerima mereka, merasa jijik dll, pernahkan dari kita bertanya kepada diri sendiri kalau sebenarnya Tuhan telah mengirimkan penolong bagi mereka yah diri kita ini. Pernahkah hati kita terketuk utk hal ini dan tidak membiarkan hal ini terjadi? Tidak perlu memberikan banyak hal kepada mereka, mereka butuh pertemanan, lihatlah apa yang terjadi, dengan berteman malah para pengamen itu tidak mau lagi menerima uang dari temanku itu, karena merasa dia adalah temannya.
Memang masih sulit untuk memulai ini di jalanan, tapi kita bisa merubah sikap kita dalam kehidupan sehari-hari, seperti dengan supir, dengan pembantu, pegawai di kantor, dengan menghargai mereka apa adanya, menerima mereka, mereka akan juga melihat betapa Tuhan itu baik, dan juga betapa besar kasih Tuhan, apakah kita hanya terus berbicara kasih tanpa kita sendiri yang sudah merasakan kasih tidak bisa memberikan dan memperpanjangkan kasih Tuhan yang kita terima?
Jika kita bisa berbuat satu kasih kepada satu orang itu sangat bernilai, apakah anda tidak lihat bagaimana para pengamen yang dimata banyak orang adalah orang tidak baik tetapi bisa berbuat kasih? Kasih itu akan mudah tersebar lagi jika dia melakukan hal itu pada orang lain, tidak usahlan banyak hal yg dilakukan tapi berusahalah berbuat satu perbuatan kasih dengan satu orang saja, anda telah melakukan sesuatu yang berharga.
Cerita temanku pun berlanjut dimana dia mengundang para pengamen itu yang dia kenal untuk ikut merasakan kasih Tuhan dalam acara retreat, perbedaan agama disini memang ada, tapi yang ditekankan adalah kasih, dan dengan berani pula temanku ini meminta mereka untuk membuat suatu drama tentang kehidupan mereka dan hubungannya dengan Tuhan.
Apa yang terjadi? Kesempatan yang diberikan yang dipercayakan kepada mereka yang mungkin belum pernah mereka dapatkan selama ini begitu menggugah mereka, mereka tidak tidur mempersiapkan drama ini, dari cerita temanku mereka berhasil membawakan suatu karya yang bagus yang intinya bertanya “Dimana Tuhan”, dan mereka bisa merasakannya di tempat itu, dimana seseorang yang paling ditakuti, tapi saat itu menangis karena merasa dihargai, menangis karena ternyata Tuhan tetap mengasihinya.
Lihatlah kalau Tuhan begitu mengasihi manusia apa adanya, dan apakah kita yang berdosa ini masih memandang sesama kita dengan membuat stempel-stempel? dengan membuat kelompok2, ataukah kita siap membuang kaca mata hitam atas diri mereka dan merangkul mereka sebagai sahabat.
Satu hal yang mungkin aku bisa katakan, apa yang dilakukan temanku telah membuat mereka merasakan Tuhan, karena Kasih Tuhan sungguh besar, dan satu pertanyaan untuk diri kita “apakah kita mau menjadi perpanjangan kasih itu?” sehingga orang lain pun merasakan Kasih Tuhan, dan sadar bahwa Tuhan selalu ada dihidup kita.
MESSAGE FROM THE SKY
We could listen as “day unto day utters speech” that fills our minds with the unmistakable awareness of God’s splendid creation.
We could marvel through the night as the firmament shows in unmistakable splendor the knowledge of God’s handiwork.
Our Creator tell us to “be still, and know that I am God’s” A great way to do this is to spend time in His creation admiring His handiwork. Then we will certainly know that He is God!
His handiwork speaks of His splendor and care, And makes us consider His Worth.
Amen
Langganan:
Postingan (Atom)


