Jumat, 23 Desember 2011

....#@ N . A . T . A . L @#.....




sEORANG anak kecil berumur satu setengah tahun menarik-narik tangan ayahnya untuk dibelikan pohon natal besar yang berdiri tegak di sebuah supermarket.
“AKU mau ini.”
“Jangan, sayang. Itu tidak dijual.”
“Kok di situ?”
“Untuk hiasan. Kita nonton saja sebentar. Itu tidak dijual.”
Seperti malaikat, seorang pelayan dengan seragam penuh aksesori Natal tiba-tiba sudah berdiri di samping sang anak.

“Ini tidak dijual, Adik,” sambil memandang pohon natal. Sambil mengambil kardus panjang berwarna putih, ia tersenyum sambil menawarkan, “Kalau ini boleh, tingginya 60 cm, juga pakai lampu. Boneka Sinterklas itu juga boleh.”
Dengan pandangan setengah menggugat, anak itu menarik tangan ayahnya agar mendekat pada “malaikat” supermarket itu.
“Baik, ambil satu,” kata sang ayah sambil mengusap punggung anaknya.
Sesampai di rumah, si kecil tidak sabar mengeluarkan seluruh isi kardus pohon Natal bertuliskan “Decorated Table Tree” itu: satu set pohon cemara superfisial yang terbuat dari kawat dan potongan-potongan kain hijau, satu set lampu hias, hiasan bola-bola salju, dan tiga atau empat bintang berwarna kuning keemasan. Sambil berbisik “wi wis yu, e meri krimet” (maksudnya we wish you a merry Christmas), ia sibuk membantu ayahnya merangkai pohon natal.
Supaya lebih meriah, sang ayah memasukkan kaset natal ke dalam tape. Satu per satu anggota keluarga bermunculan mendekati “huru-hara” yang tiba-tiba itu. Tiba-tiba ia berhenti di sudut ruangan menghampiri kotak besar yang sedikit berdebu. Puluhan boneka yang sudah lama disimpan di kotak dikeluarkan. Patung Bunda Maria yang sudah retak pun dipasang tidak jauh dari pohon natal. Sinterklas berwarna putih-merah ditaruh di baris paling depan, seperti patung Betara Kala sang penjaga.
POHON cemara, kaset Malam Kudus, boneka Sinterklas, adalah beberapa bahan pokok dalam perayaan Natal. Mudahnya mendapatkan pohon natal di supermarket menjauhkan keinginan anak untuk melihat “kerja bakti” membuat pohon natal di gereja. Banyaknya kaset menjauhkan keinginan anak untuk “nonton” latihan koor persiapan Natal. Murahnya boneka Sinterklas mengakrabkan anak-anak dengan simbol-simbol Natal di tempat lain (yang sebelumnya hampir tidak dikenal di Indonesia).
Untuk mengingatkan bahwa sekarang ini Natal, rasanya lebih mudah pergi ke supermarket daripada pergi ke gereja atau tempat-tempat latihan koor (yang semakin sulit dicari anggotanya!). Semakin banyak memborong atribut-atribut Natal rasanya kita semakin berhasil menghadirkan Natal.
Membeli rasanya seperti beribadat. Tidak membeli sepertinya tidak menghormati Natal. Memang, menjelang perayaan Natal pusat-pusat belanja menjadi semacam sanctuaria untuk memproduksi dan mengonsumsi berbagai atribut atas nama Natal atau, persisnya, bentuk-bentuk simbolik budaya pop Natal. Sebagai bentuk, atribut-atribut itu siap kita pakai sesuai dengan kepentingan kita (dari bisnis, keagamaan, pergaulan, sampai dengan gengsi). Bentuk-bentuk itu bersifat simbolik karena semuanya mengatasi nilai fungsionalnya.
Pohon natal yang semula berdiri di gereja untuk kepentingan upacara misa atau kebaktian, kini berdiri di rumah-rumah, di supermarket, dan di tempat-tempat publik seperti kantor dan rumah sakit dengan fungsinya masing-masing. Topi berjambul yang dikenakan pada kakek Sinterklas bisa juga dipakai untuk seragam sekelompok anak muda untuk pesta Natal maupun Tahun Baru.
Bentuk-bentuk simbolik itu juga memiliki karakter budaya pop dalam arti menduduki posisi komoditas dalam sebuah perekonomian kapitalis. Komoditas tersebut menjadi impian siapa saja yang ingin hadir sekarang dan di sini, yaitu saat Natal. Tanpa pohon natal seakan kita tidak natalan seperti halnya tanpa sampo rambut seakan rambut kita penuh ketombe. Anehnya, pohon cemara yang ditanam di depan rumah tiba-tiba menjadi kurang afdal daripada pohon cemara artifisial itu! Status aksesori Natal sebagai komoditas ternyata bukan hanya memperluas para pengguna aksesori (dengan berbagai kekuatan promosionalnya) melainkan juga memasukkan unsur baru, yaitu membeli. Kenikmatan membeli bercampur baur dengan kekhusukan berbakti, kenikmatan mengonsumsi bercampur baur dengan kenikmatan promosi dan gengsi.
BEGITULAH Natal masuk dalam logika budaya pop Natal. Gloria in excelsis Deo (Kemuliaan pada Allah di surga) seakan habis dimaterialisasikan dalam gemerlapan lampu-lampu indah dan rumbai-rumbai pintu yang menghiasi pusat-pusat perbelanjaan. Kita seakan tidak lagi mendapatkan kesempatan untuk memilih cara lain untuk merayakan Natal di luar cara yang dijualbelikan. Kalau toh ada, perayaan kita rasanya belum komplet kalau belum dilengkapi dengan berbagai aksesori yang ada (entah karena keterbatasan ekonomi maupun keterbatasan keyakinan untuk mengonsumsinya!). Poros Natal dari rumah ke gereja digeser oleh poros dari rumah ke pusat belanja.
Apakah dengan demikian kita kehilangan kesempatan untuk mengalami Natal kita sendiri? Belum tentu. Sebagai bentuk-bentuk simbolik, atribut-atribut Natal bebas kita pakai untuk menggubah cerita Natal kita sendiri. Kisah Natal adalah kisah tentang pengalaman keterbatasan sekaligus kebebasan manusia. Kisah Natal pasti bukan kisah tentang pohon natal bersalju yang tidak pernah kita lihat wujud aslinya, juga bukan kisah tentang tokoh mistis Sinterklas yang barang kali tidak pernah kita dengar sejarahnya, juga bukan kisah tentang lagu Malam Kudus yang kita nyanyikan dengan empat suara. Perayaan Natal di negeri lain menghasilkan pohon natal, bukan sebaliknya; perayaan Natal anak-anak di negeri lain                             menghasilkan kisah tentang Sinterklas, bukan sebaliknya; pengalaman Natal juga menghasilkan lagu Malam Sunyi yang terkenal itu.
Orang bilang, salah satu ciri pengalaman konsumsi zaman sekarang adalah ephemeral, sesaat, cepat berlalu, minta konsumsi lagi dan lagi. Pengalaman ini barangkali juga kita alami saat membeli pohon natal. Hanya dalam dua atau tiga hari, pohon natal mungkin saja berdiri kesepian di pojok ruang, bisu tidak bisa bicara karena sudah menjauh dari pengalaman nikmat membeli.
Jangan-jangan kesunyian pasca-konsumsi ini yang paling dekat dengan ungkapan “malam sunyi” yang kita nyanyikan. Orang butuh pengalaman lain yang pantas dikenang, yang pantas menghias kehidupan, yang tidak hanya mengalir dari pengalaman pembelian, melainkan dilakukan bersama orang lain, yang tidak muncul dari menyaksikan (voyeuristic) melainkan kesaksian.
Kita pertama-tama tidak butuh popular culture yang diproduksi oleh satu mesin ideologi konsumsi massa, melainkan culture of the people dengan berbagai ragamnya, bukan popular culture yang senantiasa minta disaksikan melainkan culture of the people yang menuntut kesaksian, bukan popular culture yang kita capai lewat konsumsi (sendirian) melainkan culture of the people yang kita ciptakan bersama orang lain. 

Senin, 05 Desember 2011

Warna Pershabatan

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap 
dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai. 
si HIjau berkata


"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. 
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
 
Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna
 
mayoritas..."
 

BIRU menginterupsi:
 


"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan
 
dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
 
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
 

KUNING cekikikan:
 

"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
 
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
 

CoKLAT menyusul dengan mengangkat sendoknya:
 


"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga
 
karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."
 

MERAH  & PUTIH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
 


"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah,poinsentia
 
dan bunga poppy."
 

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:

 
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai
 
pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka
 
mendengarkan dan menuruti kehendakku."
 

Akhirnya ORANGE



berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian 
jarang memperhatikan adaku untuk merepresentasikan pemikiran dan refleksi,matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku
 
untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."
 

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan
 
superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba,
 
sinar halilitar melintas membutakan.Guruh menggelegar. Hujan mulai turun
 
tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu
 
sama lain mencari ketenangan.
 

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
 
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing
 
ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing
 
diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda?
 
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
 

Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang
 
kemudian berkata: "Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam
 
kedamaian.PELANGI adalah pertanda Harapan hari esok." Jadi, setiap
 
kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan
 
diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

Minggu, 04 Desember 2011

SeMeleH...SuMingkIR

Pernahkah Anda memiliki suatu keinginan tetapi tidak kunjung tercapai? Apa yang Anda rasakan? Marah pada diri sendiri? Menyalahkan keadaan? Patah semangat? Frustasi? Demikian pula pada saat kita dihadapkan pada suatu keadaan sulit seperti ditekan, diberitarget berat, ataupun mendapat limpahan amarah dari orang lain. Apa gejolak yang ada pada hati kita? Marah? Depresi? Dalam dunia kerja yang sangat kompetitif seperti sekarang ini setiap hari kita dihadapkan pada situasi yang menyesakkan nafas. Tidak mengenakkan, bahkan menyakitkan. Tapi itu tidak untuk semua orang. Beberapa orang pandai menyiasatinya. Siasat seperti apa yang harus kita terapkan agar tidak terlarut dalam kesulitan, kemarahan, dan frustasi? Bagaimana kita harus menempatkan diri kita dan menata emosi kita agar sukses dan nyaman dalam menjalankan kehidupan?

Kearifan lokal jawa mengajarkan kita agar dalam menjalankan kehidupan ini kita harus “semeleh”. Semeleh berasal dari akar kata “seleh” yang berarti letak. Dengan demikian “semeleh” bisa kita terjemahkan secara umum sebagai suatu keadaan dimana kita meletakkan segala sesuatu apa adanya, pada tempatnya. Terimalah segala sesuatu seperti apa adanya. Kurang lebih demikian pesan yang terkandung dalam kata “semeleh”. Apakah ini berarti kita harus mengalah saja pada keadaan saat kita mendapatkan kesulitan? Apakah ini relevan dalam dunia kerja yang saat ini semakin kompetitif? Bukannya kalau kita diam tidak bergerak akan menjadikan kita tergilas dalam arus bola salju kompetisi yang semakin hari semakin dahsyat? Nah, pertanyaan seperti itulah yang akan saya jawab disini. Saya akan mencoba meluruskan kesalah-pahaman tentang pengertian semeleh agar kita tidak mengaplikasikan semeleh secara keliru. Saya pastikan bahwa semeleh justru mengandung kekuatan dan kearifan yang luar biasa agar kita bisa menjadi pemenang dalam era kompetisi seperti sekarang ini.
Beberapa mahasiswa saya pada pertemuan pertama menampakkan wajah tegangnya melihat kontrak pembelajaran yang saya tawarkan. Mulai dari literatur yang wajib mereka baca, sistem penilaian yang akan saya aplikasikan, dan juga rule of the game dalam proses belajar mengajar dalam mata kuliah tersebut. Saya memang memasang standar kualitas yang cukup tinggi pada mata kuliah yang saya ampu. Bukan saya sok hebat atau mempersulit mahasiswa, tetapi saya ingin siapa saja yang pernah saya ajar kelak menjadi orang hebat dan sukses. Melihat ketegangan beberapa mahasiswa, saya coba cairkan dengan beberapa statement motivasi. Disini saya bisa melihat bahwa beberapa mahasiswa yang tegang tersebut takut pada bayangan sendiri. Setelah saya motivasi baru mereka kelihatan tenang dan tatapan matanya sudah mulai berseri menandakan tumbuhnya perasaan optimistik dalam dirinya. Mengapa sebagian mahasiswa tegang dan sebagian lainnya tidak demikian? Hal tersebut karena sebagian mahasiswa yang tegang tadi menempatkan sesuatu tidak pada porsinya. Mereka ngeri oleh bayangan sendiri. Apa isimotivasi yang saya sampaikan? Saya menyampaikan agar dalam hidup ini kita hendaknya “semeleh”.

Sabtu, 03 Desember 2011

mengenal lebih dekat semongko band..

Dunia Musik Indonesia sedang di hiasi bintang-bintang baru yang lebih tepatnya seperti kapal selam, kadang muncul, tapi tenggelam lagi, muncul lagi dan tenggelam lagi, begitulah seterusnya dan dapat dipastikan bahwa bintang yang lama bersinarlah yang terangnya paling indah..sudah tidak aneh lagi bahwa saat sekarang ini banyak band baru yang muncul dan lagunya menjadi hits namun kemudian setelah kehabisan kreasi mereka perlahan lenyap entah kemana?? Example:S.O.S, PADI, Wong, Naif, Juliette, Anima, Republik, Kapten, The Rain dan masih banyak lagi band yang awal kemunculannya heboh namun perlahan-lahan mulai tenggelam.. memang benar kata pepatah kalau “Didunia ini tidak ada yang abadi” ditengah itu semua ada juga band yang masih eksis dan menjadi sejarah di dunia musik tanah air, nah berdasar konsistensi dan hasil yang mereka buat maka saya akan membandingkan mana saja band terbaik dari urutan dari bawah ke atas!! nah berikutlah hasilnya:
6.Ungu
Awal kemunculan dengan single “bayang semu” band ini tidak begitu terkenal walau laguya sudah dijadikan soundtrack film (judulnya apa ABG gitu saya lupa lagi) lalu munculkembali dengan single “karena dia kamu” yang juga kurang hits..namun ketika muncul lagu “Demi Waktu” album melayang, band yang menyukai SLANK ini mulai terkenal karena lagu-lagunya yang romantis dan hampir semua album enak untuk didengar dan banyak disukai serta dijadikan soundtrack film, Example:Demi waktu, seperti yang dulu, Jika aku bukan pilihan hatimu, dan tercipta untukku. akhirnya jadwal manggung-pun banyak mengalir, terutama dari suzuki yang mengambil band ini sebagai iconnya, selain itu band ini juga banyak menyabet penghargaan seperti AMI, juara MTV Ampuh dan SCTV Musik Award yang tahun ini mereka dapati dengan 3 gelar..begitu pula albumnya yang sekarang (kekasih gelap) masih banyak digemari dan band ini masih eksis hingga sekarang.. salut buat ungu yang banyak menciptakan lagu-lagu hits, walau pernah mengadakan konser yang memakan korban. mungkin dari awal kemunculannya yang bisa menyaingi hingga saat ini hanya Nidji dan Samsons yang lagu mereka sekarang kurang banyak menjadi hits dibanding ungu.

5.Padi
Memulai debut dengan lagu “sobat” yang memang mewarnai musik Indonesia, band yang memiliki ciri khas mirip “Radio Head” ini membuat album pertama dengan single “Sudahlah” yang pertama saya dengar kurang suka namun memiliki ciri khas, namun begitu lagu berikutnya “seperti kekasihku” saya mulai punya firasat mereka akan jadi band yang terkenal. pertama-tama terbukti adalah saat lagu mereka mulai banyak disukai, apalagi setelah muncul lagu “Begitu indah dan Maha dewi” mereka langsung menempati peringkat 1 MTV Ampuh selama 1 tahun lebih dan menjual albumnya lebih dari 600ribu kopi(double platinum), ketika album ke2 keluar band ini mulai banyak digemari hingga tiap saya main musik waktu nongkrong selalu lagu mereka yang dibawakan..akhirnya album yang menyajikan lagu hits “Sesuatu yang indah dan kasih tak sampai ini” laku hingga menjadikan mereka band jutaan kopi..sampai sekarang band yang mampu menyaingi Sheila On 7 pada eranya ini masih eksis walau memang tidak seperti dulu lagi, salut buat mereka khususnya piyu yang menjadi salah satu gitarist terbaik Indonesia.

4.Sheila On 7
Untuk profil mereka silahkan lihat tulisan saya tentang mereka dalam kategori super band, Band ini hampir mirip Padi ceritanya karena sama-sama merajai MTV ampuh bertahun-tahun dan band ini pernah menciptakan fenomena: band yang konsernya banyak memakan korban Lagunya banyak yang menjadi hits seperti “Kita, Dan, Anugrah terindah” di album pertama dan “Seberapa pantas, Pria kesepian” di album kedua.. salut juga buat mereka, band asal yogyakarta yang paling banyak digemari. sekarang mereka masih berkreasi walau lagunya tidak setenar dulu dan khususnya buat om duta yang sekarang jadi komentator Idola Cilik

3.Peterpan
Awalnya hanya band cafe yang di angkat oleh noey “Java Jive” menjadi band Indie namun setelah mengeluarkan album kompilasi bersama band lainnya membuat album sendiri “mimpi yang sempurna” karena memang band ini lebih menonjol daripada temannya di album kompilasi, sampai-sampai banyak anak di kota saya (Bandung) yang membeli album kompilasi hanya untuk mendengar lagu peterpan “mimpi yang sempurna” saja. wow!! akhirnya band ini mendapat double platinum dari albumnya yang pertama dengan singgle hits seperti: Sahabat, Aku dan bintang, Semua tentang kita Dll.. setelah mereka membuat album kedua “Bintang di Surga” dengan singgle pertama “Ada Apa Denganmu” masyarakat Indonesia mulai banyak yang menyukai band ini hingga di setiap perempatan pengamen selalu saja membawakan lagu mereka, apalagi setelah keluar lagu mungkin nanti, album mereka langsung terjual lebih dari 2 juta kopi dalam waktu 2 bulan :0 selain semua lagunya yang memang enak banget dan jadi hits, konsernya juga heboh dan banyak sekali digemari, juga oleh negara tetangga seperti malaysia yang konsernya pernah di hadiri 600ribu orang dengan target hanya setengahnya.. sebuah rekor fantastis dan fenomenal yang tidak pernah disamai band manapun. konser yang saya ingat adalah saat peluncuran album Alexandria di dago!! itu jalan sampai seperti lautan manusia, hingga saya mau kencan tidak jadi karena begitu macetnya, salut buat peterpan yang walau sekarang tidak se-fenomenal dulu tapi tetap eksis sayang sekali andika yang begitu mewarnai musik mereka didepak!!

2.Dewa
Band yang di gawangi Dhani ini pernah menjadi band yang di gandrungi anak muda pada zamannya dan yang saya tahu pada saat ari lasso menjadi vocalistnya mereka adalah band no.1 se Indonesia, yang tiap konsernya selalu dipenuhi penonton, lagu mereka banyak yang mejadi hits seperti “Cinta kan membawamu, Elang, kamulah satu-satunya” ketika Once pertama menjadi Vocalistnya band ini pernah menjual album sebanyak 1,6 juta kopi dalam waktu 1Tahun lebih (hanya bisa disaingi Peterpan) dengan lagu hits “Roman Picisan, 2 Sedjoli, Risalah hati”. salut buat band sampai sekarang masih banyak di gemari ini!! walaupun sekarang personilnya banyak yang berkarya sendiri seperti: Andra(Andra and The Backbone) Dhani(Meneger Mulan, Dewi-Dewi dan The Rock) Once(Solo) namun saya yakin ini hanya trik dari Si Pintar dan Kontroversial “Ahmad Dhani” (Lihat tulisan saya tentang Dhani) yang bertujuan untuk memajukan dirinya dan Dewa juga.

1.SEMoGKO 
Nah ini band yang paling stabil, walau albumnya tidak seheboh band sebelumnya namun bila di akumulasi karya mereka lebih banyak yang menjadi hits dari jaman.anggotanya antara lain Bopo,kopeng,bendot,mr.W,pak bud & ledy ROCk MIs.LISS sampai sekarang, apalagi lagu “yang nGAK pernah jADI” yang sampai saat ini saya masih menyukainya.. baru-baru mereka mendapat penghargaan karena lagunya yang banyak menyindir para pimpiana,pimpiana yang sakenak udelnya dewe..!! kenapa kalian marah kalau tidak tahu aturan?? kalian marah berarti kalian memang ngak bisa apa2 cuma ngomong kayak tong karena bagaimana mungkin kalian merasa tersindir kalau tidak melakukan hai rakyat jelata dan di injak2!! siapa yang marah kepada SEMonGko waktu itu itulah para penguasa. lanjut pada SEMoGko, band ini sampai sekarang masih eksis, tiap manggung masih banyak di hormati band lain dan tentunya fans mereka sampai sekarang masih banyak banget yang setia walau tidak dipungkiri banyak yang mendua dengan menyukai band-band Indo yang lain khusus untuk kota TEMBAKO penggemar mereka sampai sekarang masih banyak, salah satunya saya dan penggemar mereka di sini disebut “PARA PencOLENG” sebuah komunitas yang ga ada matinya serta membenci poloh tingkah penguasa yang ngak pernah bener. salut buat mereka yang tetap bersinar, buat pak BUD,dan bENDOT yang menjadi salah satu dari Gitaris terbaik Indonesia kopeng dramer nomer wahit di muka bumi mis.liSS & MR.W duwet vokalais yang sumbang dan cenderung anarkir. BOPO pemain bass yang tidak terkenal
Nah demikianlah band terbaik Indonesia sepanjang masa, maaf jika band anda tidak masuk daftar!! sebenarnya masih banyak band yang saya sukai yang pada zamannya menjadi yang terbaik seperti: Pas Band(Raja Band Underground Bandung), Netral, /Rif, GIGI, Jamrud(Band Jutaan Kopi), Nidji, Ada Band.. Namun berhubung saya berusaha menilai se-Objektif mungkin dan band diatas tersebutlah yang paling fenomenal (dilihat dari eksistensi, hits dan penjualan album) walau saya akui tidak semuanya saya suka andai saya boleh menilai berdasarkan yang saya sukai maka berikutlah peringkatnya: 1.Pas Band, 2.Peterpan, 3.SEMoNGKO, 4.Padi, 5.Nidji, 6./Rif 7. SLANK (mungkin tiap orang akan berbeda pendapat sesuai dengan seleranya).
Add caption

Selasa, 29 November 2011

123456789 sEmONgKO BanD....

Hidup bagi saya adalah kumpulan momen.
Rangkaian titik yang terus menyambung membentuk garis yang entah lurus atau centang perenang rumit menyakitkan.
Hidup adalah kumpulan waktu abstrak yang tidak terdefinisikan.
Relatif....
ini sedikit deret cerita kecil kami.......!!!











suka dan senang kita lalui bareng -bareng memang menut mu kurang asik tp bagi kami genk -SemONgkO..
suatu kesenangan ter sendiri...
walau pun lagu kami sumbang ...dan ngak jelas Tetep HAPPY.....
trimakasi buat kanca...kanca..SALAM SeMoNgKO.....!!!!

Senin, 28 November 2011

Pranikah yang aNEh

ini lah pranikah yang sedikit yleneh ...wagu...tur saru...
kejadian terjadi udah lama .banget...kira-kira 1119 SM
saya tunggu komen anda ....

Rabu, 23 November 2011

uAng seRIBU & SeraTUS riBu

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi
mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan
dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan
seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.
Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus
ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :
‘Ya, ampuunnnn………. darimana saja kamu, kawan? Baru
tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet
dan….. bau!
Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan …. Ada apa denganmu?’
Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan
nelangsa.
Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
‘Ya, beginilah nasibku, kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga
hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus
Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal.
Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam.
Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku
dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci
tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi
uduk, dari sana
saya hijrah ke kemben Inang-inang.
Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal,
lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung,
diremas-remas…….
Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
‘Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan
pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di
dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang
wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu
berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke
restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan
di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh
aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu
sama teman-temanmu.’
Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :
‘Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.
Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada
kamu!’
‘Apa itu?’ uang seratus ribu penasaran.
‘Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di
tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat
itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..’
Inilah sebenarnya kehidupan kita, Orang yang kaya ibarat uang 100 Ribu, orang jarang mau mendekatinya apalagi berteman dengan mereka, tentu ada perasaan sungkan. Sementara uang Seribu ibarat orang yang miskin. mempunyai banyak teman, dan di mana-mana sering bertemu temannya. Bahkan dia banyak memberikan manfaat kepada orang lain.
Kita yang mungkin menjadi uang 100 Ribu, seharusnya bisa bersikap layaknya uang seribu, yang tidak pernah memilih – milih teman. Jika perlu selalu bersikap layaknya uang seribu. Bukankah kita semua ini dasarnya miskin, lemah, dan bodoh. Kalau ada kelebihan sedikit atau banyak bukankah itu hanya dari Allah

Masa depan kok suram....!!!haduhhh

Senin, 21 November 2011

ORANG UTAN, ORANG DESA DAN ORANG KOTA



hayo tebak yang mirip yang mana...?


Kawan, pernahkah engkau pergi ke pusat2 perbelanjaan, ke mal2 dan
lihatah betapa besar, penuh barang2 dan manusia di sana? Tiada hari
yang tiada ramai, dan tiada hari yang tiada memerlukan segala macam
kebutuhan. Pernahkah engkau pikirkan, mengapa kita manusia modern ini
merasa memerlukan sangat banyak kebutuhan? Pernahkah engkau bandingkan kehidupan kita (orang kota) yang begitu banyak memiliki kebutuhan, dengan kehidupan orang2 desa yang sederhana, yang tak pernah terlalu sibuk untuk menikmati mekarnya mawar, atau mencium wanginya bunga kopi yang sedang merekah, atau wangi tanah kemarau yang tersiram hujan disenja hari?
Tampak jelas sekali dari begitu besarnya pusat2 perbelanjaan, dari
begitu banyaknya barang2 yang diperjualbelikan, orang2 kota spt kita
ini seakan2 tiada habis2nya memiliki kebutuhan. Dari kebutuhan dasar
berupa makan-minum, pakaian dan tempat tinggal, kita beranjak menuju
kebutuhan2 lain semacam hiburan (kehidupan kota membuat kita stress),
perawatan tubuh (polusi kota menyebabkan tubuh kita mudah menua dan
mudah sakit) pendidikan (persaingan yang ketat cuma menyisakan mereka
yang kuat), aksesoris (penampilan luar adalah nilai utama, soal mutu
bisa direkayasa), transportasi, komunikasi..dsb.
Kawan, kita sering melihat di kota mana pun, selalu ada kesibukan yang
luar biasa. Lalu lintas macet karena banyaknya mobil, meskipun jalan
raya sudah di buat sampai bertingkat-tingkat dan selebar-lebarnya.
Pabrik-pabrik beroperasi sepanjang hari, menghasilkan barang2 yang
kita anggap sebagai kebutuhan. Orang-orang hilir mudik, dan semuanya
tampak sibuk.
Mengapa kita demikian sibuk, kawan? Apa yang kita cari? Harta benda?
Uang, uang, uang? Gengsi dan kehormatan kelas? Kenikmatan hidup atawa hedonisme? Bukankah untuk mencapai tujuan sejati
manusia-kebahagiaan-kita tidak butuh tetek bengek sebanyak itu?
Bukankah semua yang kita anggap sebagai kebutuhan, sesungguhnya cuma prioritas terendah dari kehidupan yang sebenarnya?
Kawan, satu hari saya melihat seekor orang utan sedang duduk santai
sambil makan sebuah pisang. Terlihat betapa sederhananya kehidupannya.
Dia tak membutuhkan apa pun selain makan, atap untuk berteduh, dan
rasa aman bagi diri dan kelompoknya untuk mencari makan, beristirahat,
dan berkembang biak.
Pernahkan engkau melihat seekor orang utan yang memerlukan sebuah
mobil, rumah berikut kolam renang ukuran olympic, pergi ke salon
perawatan? Atau pernahkah engkau melihat seekor orang utan yang
memerlukan komputer dan akses internet, atau segala macam tetek
bengek benda2 yang kita anggap sebagai kebutuhan padahal sebenarnya
tidak?
Kawan, jangan salah sangka. Saya tidak sedang mengajak anda untuk
menjadi orang utan, hidup cuma untuk makan dan berkembang biak. Saya
cuma ingin kita coba merenung sejenak, mengapa dari hari ke hari kita
selalu sibuk mencari nafkah, selalu tampak tergesa-gesa mengejar
kesempatan, dan selalu tiada habis2nya memiliki kebutuhan2 yang tiba2
muncul untuk dipenuhi?
Renungkanlah, mengapa kita semakin menjadi budak dari rutinitas kita
sendiri. Pagi bangun bersiap2 untuk kerja, sarapan dengan terburu-buru
karena takut macet di jalan, kerja keras demi meningkatkan prestasi
dan ujung2 demi uang yang lebih banyak lagi..lebih banyak lagi.dan
lebih banyak lagi, untuk memenuhi segala macam kebutuhan yang muncul
dengan tiba2, merengek2 minta dipenuhi. Bukankah keadaan spt ini tiada
berbeda dengan kondisi seorang pecandu putauw?
Renungkanlah, mengapa dari hari ke hari kita semakin menjadi budak
dari keinginan kita sendiri. Didorong oleh segala macam godaan
duniawi, kebutuhan semu yang diciptakan oleh iklan2 yang menampilkan
gaya hidup semu oleh bintang2 yang juga semu, betapa makin kaburnya
pengertian kita akan bedanya kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan kawan,
ada batasnya. Tetapi keinginan, sayangnya, sampai saat ini belum
ditemukan batasnya.
Kita bukan robot kawan, dan kita bukan budak siapa pun. Jangan biarkan
diri kita diperobot dan diperbudak oleh sesatnya nilai2 materialisme
dan hedonisme. Jangan biarkan remote control diri kita berada di
tangan tuan rutinitas, tuan materialisme dan nyonya hedonisme. Mari
kita bentengi diri kita dengan kebijaksanaan untuk dapat membedakan
antara keinginan dan kebutuhan.
Seperti kata Mahatma Gandhi, “High thinking, Plain living.”
Chuang 130501
“Bila seseorang tak dapat menemukan kebahagiaan
di dalam dirinya sendiri, maka ia tak kan menemukannya
di mana pun juga.” BUDDHA

Minggu, 13 November 2011

ini Cerita Ku MaNA cERitamu...!!!

pagi-pagi ...mamah lisa

 udah manjat kelapa

 demi bikin makan siang kami yang semua serba hijau...

dan setelah bersusaah payah melewati jauhnya jarak antara gunung dan lembah akirnya mamah lisan sampai sekolahan dan kami melanjutkan kesibukan itu
 itu baru awal nya kemudian di lanjutkan..

apa cerita mu ini cerita aq...!!!

Rabu, 09 November 2011

lidah memang tempatnya RASA

Di memang tempatnya, kita diajari bahwa lidah kita memiliki kemampuan merasa yang berbeda pada tiap bagiannya. Ujung lidah untuk merasakan rasa manis, sisi depan untuk rasa asin, sisi belakang untuk asa, dan pangkal lidah untuk rasa pahit,itu kata para ahli..di bidang kedokteran
Informasi tersebut di atas adalah salah, karena faktanya, telan saja gula, maka di bagian manapun lidah, tetap saja terasa manis, atau telan saja garam, semua bagian lidah akan merasa asin, atau putus cinta saja, maka menelan ludah pun akan terasa pahit sampai ke hati *eh*.
Kesalahan ini terjadi karena lagi-lagi kesalahan penerjemahan hasil riset seorang Jerman – D.P. Hanig pada tahun 1901 .
###***@@@***##
Sebenarnya, ada banyak lagi kesalahan penerjemahan yang dapat dijadikan contoh. Misalnya pemaknaan istilah bahasa Arab “Jihad”, dari makna “pergulatan jiwa” menjadi “perang melawan kafir“. Atau pernyataan terkenal presiden Iran – Mahmoud Ahmadinejad yang akan “menghapuskan Israel dari peta” ternyata hanyalah kesalahan penerjemahan pers yang arti sebenarnya adalah “rejim yang menduduki Jerusalem saat ini harus dihilangkan di masa depan“.

Namun pembahasan masalah ini akan membawa topik yang lebih sensitif dan cenderung bias, hingga tujuan awal tulisan justru tidak tercapai.
Akhirul qalam, apapun bahasa yang kita pakai, teruslah menjadi bagian besar dari kesatuan umat manusia, karena sesungguhnya bahasa hati kita akan selalu sama…
tapi dari pada di bikin pusing dengan perdebatan tersebut mending kita sejenak meliburkan diri dari ngajar..bergelut dengan buku pelajaran dan kadang bikin otak kita tegang ,kadang emosi itu keluar ngak tahu waktu.
memanjakan lidah...dengan rasa gurihnya daging berbagai macam dari daging A..,Pi.,Ce.....,kambing dari manisnya kecap..gula jawa palem....menambah rasa menjadi luar biasa...apa lagi di bakar di atas tungku arang dengan api menyala,aroma sudah tercium LESATOS...





mongooo..tapi kok mericaya akeh banget ,,,HAK...Des...DES....HHaahhahHU..hu..

Selasa, 08 November 2011

bugar Itu CApek...

menurut analisa anak-Anak bugar itu tidak enak kenapa?
karena waktu pelajaran olah Raga tadi anak-anak di jelaskan tenteng kebugaran...!!
tapi BeDa dengan pendapat Ahli...karena satu dia ntaranya


Sadoso Sumosardjuno (1989 : 9) mendefinisikan Kesegaran Jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari dengan gampang, tanpa merasa lelah yang berlebihan, serta masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan mendadak. dengan kata lain Kesegaran jasmani dapat pula didefinisikan sebagai  kemampuan untuk menunaikan tugas dengan baik walaupun dalam keadaan sukar, dimana orang yang kesegaran jasmaninya kurang, tidak akan dapat 



Sumosardjuno dan Giri Widjojo menyatakan kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuh dalam batas fisiologi terhadap keadaan lingkungan atau kerja fisik secara efisien tanpa lelah berlebihan. Suratman (1975) kesegaran jasmani adalah suatu aspek fisik dari kesegaran menyeluruh (total fitness) yang memberi kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan pada tiap pembebanan atau stres fisik yang layak. 
tapi beda lagi dengan anak-anak aq ini






aku suka semanggat kalian tetep semanggat....

Jumat, 04 November 2011

itU aKU......

memang aneh aku pengen jd ANGIn
Angin, mungkin terasa menyejukkan jika berhembusnya sepoi-sepoi. Angin juga merupakan sahabat, ketika bermain laying-layang. Angin juga membantu penyebaran bibit tumbuhan, seperti kata guru biologi waktu SD.
bukan Mr FAjar....Atau Mr BUdi
Add caption
 Angin pulalah yang dimanfaatkan oleh burung sehingga mampu terbang selama berpuluh-puluh jam diatas lautan yang luas. Akan tetapi angin juga terasa menggangggu jika berhembusnya keras, menerjang semua kertas kerja kita, dan memaksa kita memunguti hamburan kertas yang berantakan. Angin dengan udara dingin, mungkin membuat kita jatuh sakit, masuk angin seperti kata orang-orang tua. Angin yang sangat keras, mungkin menjadi badai yang mampu memporak porandakan bangunan-bangunan dari batu bata sekalipun. Tapi apa yang dapat dikatakan jika angin yang berhembus lebih dari 100 km / jam harus kita hadapi sambil bersepeda ? angin jenis inilah yang harus saya hadapi hampir beberapa hari terakhir. Di awal musim dingin atau awal musim semi, biasanya angin berhembus sangat keras di Belanda. Negara di mana saya sekarang sedang melanjutkan tugas belajar. Celakanya penderitaan ini sering ditambah dengan adanya hujan, hujan es, cuaca dingin, dan kadang salju. Bagi orang yang tinggal di negeri Belanda, mungkin cuaca buruk dan berubah-ubah sudah menjadi makanan sehari-hari. Karena itu tidak mengherankan, ketika diadakan survey mengenai topik yang paling sering ditanyakan oleh orang belanda adalah cuaca. Tapi alangkah herannya negara ini yang juga merupakan negara nomor satu di dunia, dimana jumlah sepeda mungkin lebih besar dari jumlah penduduknya. Tentunya bersepeda dengan angin yang sedemikian keras, bukanlah hal yang menyenangkan. Dan sepeda inipulah yang juga menjadi teman seperjuangan saya setiap kali melawan hembusan angin yang tidak sepoi-sepoi itu. 

Angin ini pulalah yang membuat perjalan 100 meter serasa 1000 meter, bayangkan jika angin berhembus dengan kecepatan 100 km dari arah depan. Terkadang angin juga berhembus dari arah samping, yang membuat saya ingin terjatuh dari sepeda. Hal yang sangat menakutkan adalah ketika harus melintasi jembatan atau bersepeda disamping kanal. Serasa lebih aman untuk menuntun sepeda dan berjalan kaki, daripada jatuh masuk kanal yang pasti arinya dingin minta ampun. Meskipun bukan berarti perjuangan sudah selesai. Penderitaan ini masih ditambah lagi, dengan kegemaran orang belanda membangun gedung yang tinggi-tinggi. Tentu karena tanah yang tersedia sangat terbatas. Keberadaan gedung-gedung ini mampu memecah aliran angin, menjadi lebih lemah tapi tidak jarang malah berlipat-lipat kali kuatnya. Tak ketingglan universitas dimana saya belajar memiliki sebuah gedung yang sangat tinggi. Dengan ada gedung ini, maka angin terpecah di sisi kanan dan kiri gedung. Celakanya bagi orang yang bersepeda atau berjalan disekitar gedung itu, saat angin berhembus keras. Maka serasa seperti berjalan dari lorong angin (turbulence) di laboratorium. Sungguh berbahaya sekali keadaan disana. Saya pernah jadi bahan tertawaan orang, ketika saya beserta sepeda terseret oleh angin dan jatuh menabrak pohon.
 

Sempat terlintas di pikiran saya, kenapa angin di Belanda selalu datang dari arah yang berlawan dengan arah yang saya tuju. Ketika saya belok ke kiri, ada angin dari depan, ketika berbelok ke kanan, tetap juga ada angin menghalang dari depan. Jarang sekali ada angin yang datang dari arah belakang, dan mendorong laju sepeda saya. Hampir saya berpikir, angin disini memang ingin mempersulit hidup saya. Padahal tidak ada dosa saya pada si angin tersebut. Dengan penuh keingin tahuan, maka saya mulai mengamati arah angin, dugaan semula bahwa tidak ada angin dari belakang, ternyata salah. Tidak jarang juga saya merasakan ada dorongan yang membuat saya bersepeda semakin kencang. Cuma selama ini saya tidak merasakannya, atau tepatnya tidak mau merasakan bantuan dari si angin ini. Yang selalu saya protes adalah angin yang datang dari depan, yang menghambat saya. Yang lebih saya perhatikan adalah angin yang mendatangkan kesulitan daripada angin yang menolong saya.
 

Menarik sekali, ketika kemudian saya sadar, bahwa kehidupan manusia terutama saya sendiri adalah seperti ini. Banyak protes ketika kesulitan menghalangi jalan, dan tidak sadar ketika mendapat berkat atau pertolongan. Seringkali saya komplain kepada Tuhan bahwa kehidupan saya terasa berat dan banyak hal yang merintangi jalan. Pekerjaan atau pelayanan yang tidak lancar, banyak masalah, bahkan bekerja untuk Tuhan pun tidak terlepas dari masalah. Meskipun tanpa saya sadari, banyak berkat dan pertolongan dari Tuhan. Tidak sedikit dorongan ‘angin belakang’ dari Tuhan yang saya lupakan dan abaikan. ‘Angin’ tersebut justru menolong saya, menolong saya melaju lebih cepat. Sejak saat itu, saya belaj bahwa angin dari depan yang sering menghalangi jalan kita akan selalu ada dan tetap selalu ada, akan tetapi ada pula angin dari belakang yang mendorong dan memacu perjalanan saya. Dan bukankah itulah indahnya hidup, terutama hidup berjalan dengan Tuhan.

es...itu enak...banget..

Sebenernya cerita ini bukan fiksi belaka,,,,,
 tapi juga bukan sepenuhnya cerita beneran....!!!
 Mungkin ini bisa dibilang efek dari salah satu daya hayal gue yang melebihi porsi, sampe” waktu gue ketemu cow dan suka, gue kadang agak berlebihan, sampe-sampe gue buat kesan kaya di nopel-nopel walopun sebenernya engga mirip sama sekali. ok lo baca aja. klo lo penasaran sama es krim coklat gue, lo bisa hubungi rumah sakit terdekat”





Mungkin kedengerannya ini agak gila, edan sinting atau kurang waras , ato ini emang salah satu efek dari menggilai dia beberapa bulan belakangan. Sampe-sampe gw kepikiran buat bikin PSsEK (persatuan SeMONGKO SENAng Ess Krim ). ngedengerin cerita-cerita tentang dia, dari mule dia minum terus ngelirik ke arah gw, yang bikin gue dug dug seeeeeeeeer melayang ke langit ke tujuh. Ato dari dia nyapa gw di tangga sekolah yang mempertontonin gigi kudanya yang manis kaya coklat (gw sih ga pernah nyicipin, cuma ngira” doang) sampe hal ga penting, kaya dia nyapa gw di chat, trus gw nari nari kesetanan sampe nubruk apa aja yang ada di depan gw, mungkin klo gw mlihara banteng, gw sruduk-srudukan ama tu banteng karna saking senengnya. Saking Menggilainya, gw ga pernah absen  menyebutnya Tropika padahal TRICO. Tapi gw punya filosofi kenapa gw manggil dy es krim tropika. gw dari kecil suka es krim, gw suka makan es krim apa aja, dan gw paling doyan makan es krim gratisan. apalagi es krim yang gw rebut dari tangan temen gue, rasanya nikmat boii. kaya lo dapet emas batangan delapan ember dari ketidaksengajaan lo jongkok di empang sebelah ruma gw triiing… triiiing…. lanjut ke es krim tropika...!!!
kesukaan gw sama es krim masih stadium normal-normal ajj, karna gw sadar sepenuh hati dari lubuk yang terdalam. klo kebanyakan es krim bikin gw mencret-mencret, trus amandel gw bisa” bengkak, apalagi klo keseringan gw bisa jatuh miskin. kalo gw jatuh miskin, bisa-bisa pak presiden kita makis stress mikirin semakin banyaknya warga negara yang jadi miskin. Apalagi klo kaya kasus gw, miskin gara-gara beli es krim (ga seksi banget). klo bahasa kerennya, gw mengelompokkan rasa jadi beberapa bagian. Yang pertama MANIS, klo gw lagi pengen sesuatu yang manis, gw makan aj yang rasa vanila. Es krim vanila punya rasa yang manis, dari awal gw masukin ke mulut gw sampe beberapa menit setelah tu es krim habis. saking manisnya, es krim vanila bisa bikin perasaan gw jadi lebih relek. Yang kedua MANIS PAIT, klo gw pengen yang ga biasa, ada manis dan paitnya, gw makan aj yang rasa coklat. walopun sebenernya rasa manis di es krim coklat lebih mendominan, tapi diem-diem gw selalu ngerasa rasa pait di pangkal lidah gw. Nah yang ketiga ASEM, klo gw pengen ada rasa asemnya, gw makan aja yang rasa stroberi sambil nyengir nyiumin ketek gw sendiri.
jadi sebenernya intinya gw nyebut dia es krim coklat karna gue bisa ngerasain sesuatu yang manis dan juga sesuatu pahit dari rasa suka gw sama dia. saking ediotnya, tiap kali gw kangen sama dia, gue bukannya sms dia, tapi gw malah beli es krim coklat. Alhasil kayaknya gw makin gembul (walopun sebenernya keliatan makin seksi). Gw suka rasa apa aja, gue suka vanila, gue suka stroberi. tapi gw lebih suka yang TRoPIKA

salammm satu...S.E.M.O.N.G.K.O....