Jumat, 21 Oktober 2011

KenangaAN Indah berSAma CotheL...













Bagiku arti persahabatan atu nek wong jowo ngomong kekancan . Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku sansasoyo Seneng. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan.

“Hahahahaha!” aku nguyu karo moco buku....




“mbah blangkon! Katanya mau cari refrensi ngo ngajar sesuk, malah moco renungan . Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, kowe jilih ra !!!? kawe ngowo gorengan ngone agus apa? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok soko om Ong kudu rampung ra mung RPP apa Silabusdi rampung ke!!!. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. nongkrong ngone agus karo mangan iwak B2!” jelas no.. dengan nada nyaring.

wijAYA orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari DULU KETEMU sampai sekarang kita jauh2an - aku sering nongkrong bareng di tempat aguss, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Wijaya  jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara WiJaya, aku jadi ikut-ikutan suka main game.

Sahabatku yang kedua adalah Bang Erroo, nama sebenarnya Jonathan erii prabowo mangku buto limo ngowo semongko. Bang  errOO pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.

“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang ErrOO yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi 8 sahabat yang over dosis pada berbagai hal.

Kami pulang bersama berjalan kaki, menumuju parkiran bersama MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi.. untungnya gombloh tidak tahu ulah kita ... Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.

Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!”
MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi.. setuju dengan ku.MBah bangkon,bang erro & Wijaya melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut di culik (cemen2 ifan .com). Aku melihat Wijaya  seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, anindito – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku ,MBah bangkon,bang erro & Wijaya akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan bang erro terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.

Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...anindito, ayo...satpam” bang erro membisiku sekali lagi.

Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.

“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang erro yang berdarah. Terlihat juga tangan wijya yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita berliama berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... wijaya juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang erroo dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang eroo “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”

Singkat cerita, aku mengobati mereka berdelapan.
MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi..datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ wijaya  malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang erro bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang erro kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.

“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdelapan memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama
MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi... Tapi ada pelajaran yang kupetik dari delapan  sahabatku ini.

Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. 
MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi. adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( MBah bangkon,bang erro,Wijaya,mabk tiwuk,putri keong,anindito,si pesek bujel dan fitri tropika rasa setroberi salah satunya ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar